counter

Ribuan Hektare Tanaman Padi Jateng Alami Kekeringan

Semarang, (ANTARA News) - Tanaman padi di Jawa Tengah yang kekeringan akibat musim kemarau tahun ini, berdasarkan berdasarkan pemantauan keadaan pada tanggal 15 Juli 2008 seluas 14.527 hektare, termasuk 2.961 hektare di antaranya puso atau gagal panen. Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng, Siti Narwanti, di Semarang, Jumat, mengatakan, tanaman padi yang kekeringan tersebut tersebar di 28 kabupaten/kota di Jateng dan umurnya berkisar 15 hari hingga 100 hari setelah tanam. Ia mengatakan, tanaman padi yang terkena bencana kekeringan itu terdapat pada areal sawah tadah hujan dan menurut anjuran lahan sawah tersebut untuk ditanami palawija tetapi oleh petani masih menanam padi serta pada lahan irigasi yang paling ujung. Pada lahan irigasi yang paling ujung ini karena debit air pada saluran itu sudah sangat kecil sehingga pada saat jumlah air sangat terbatas tidak dapat lagi untuk mencukupi kebutuhan tanaman padi di lahan sawah tersebut. Tanaman padi yang kekeringan tersebut, antara lain di Kabupaten Semarang, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Pati, Blora, Rembang, Purworejo, Kebumen, dan Wonosobo. Untuk tanaman padi di Jateng yang mengalami puso terdapat di 15 kabupaten/kota antara lain terdapat di wilayah Kabupaten Cilacap seluas 1.340 hektare, Rembang 480 hektare, Banyumas 327 hektare, Boyoali sluas 275 hektare, Blora 206 hektare, dan KabuatenSemarang 116 hektare. Apabila dibandingkan dengan total tanaman padi di Jateng pada saat itu, kata dia, tanaman padi yang kekeringan tersebut masih relatif kecil karena pada pertengahan bulan Juli 2008 luas tanaman padi di provinsi ini sekitar 480.000 hektare. Upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan tanaman padi terutama yang sudah menjelang panen antara lain para petani telah memanfaatan air permukaan seperti sumur pompa sehingga airnya dapat untuk mengairi tanaman pangan tersebut hingga panen, katanya. Dari total tanaman padi di Jateng yang kekeringan, kata dia, sekitar 50 persen tanaman padi tersebut sudah menjelang panen, maka dengan berbagai upaya yang dilakukan para petani diharapkan tanaman padi itu dapat diselamatkan sehingga bisa dipanen. (*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2008

Petani tetap produktif di musim kemarau

Komentar