Bupati Biak Numfor sebut menteri pilihan Jokowi harus peka

Bupati Biak Numfor sebut menteri pilihan Jokowi harus peka

Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Herry Ario Naap, di Jakarta, Rabu, (16/10/2019). (Boyke Ledy Watra)

Jakarta (ANTARA) - Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua, Herry Ario Naap menyebutkan menteri yang terpilih dalam jajaran Kabinet Jilid II Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin harus menjadi sosok yang peka terhadap aspirasi rakyat dan kebijakan presiden.

"Kabinet harus peka dan siap untuk melaksanakan apa yang menjadi instruksi pak Jokowi," kata dia di sela kegiatan seminar "Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045" yang digelar PWI, di Jakarta, Rabu.

Menteri kata dia harus mampu menerjemahkan berbagai hal dalam bentuk tataran teknis dari kebijakan yang sudah disampaikan presiden.

Contohnya, menurut politisi PDIP tersebut, beberapa waktu lalu presiden pernah mengatakan akan membangun pasar rakyat ketika berkunjung ke Biak Numfor.

"Sudah sampai 2-3 tahun pasarnya tidak terealisasi, ini kan menurut saya bukan salahnya Pak Jokowi, kabinetnya ini yang seharusnya mampu menerjemahkan apa yang sudah disampaikan, ini perintah seorang pemimpin negara," katanya.

Baca juga: Ketua DPR berharap Presiden Jokowi pilih menteri yang mau bekerja sama

Baca juga: Presiden Jokowi: Masih akan ada muka lama di kabinet baru

Baca juga: Menteri dari kalangan profesional fokus bekerja tanpa pikirkan politik


Untuk soal menteri, masyarakat Papua tentunya juga berharap tokoh dari pulau yang identik dengan burung Cendrawasih tersebut juga kembali masuk ke jajaran kabinet.

Namun, tokoh yang dipilih hendaknya orang yang benar-benar mengerti seluk beluk Papua, sosok yang berasal dan besar di Papua.

"Kabinet itu hak prerogatif presiden untuk menentukan, yang pastinya untuk merekrut seseorang masuk dalam kabinet tidak mungkin serta merta, tentunya dengan berbagai pertimbangan dan kajian, dan itu adalah kewenangan bapak presiden," ujarnya.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

INDEF: Kinerja tim ekonomi bisa diukur dalam 100 hari

Komentar