Mahathir minta Malaysia optimalkan rel seperti Jepang

Mahathir minta Malaysia optimalkan rel seperti Jepang

Peresmian Dasar Pengangkutan Negara 2019 - 2030 di Stasiun KL Sentral. (ANTARA/Agus Setiawan/tm)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohammad mengharapkan agar transportasi di Malaysia banyak menggunakan rel sebagaimana yang dilakukan negara Jepang sekarang ini.

"Kita dapati bahwa di Malaysia rel tidak begitu digunakan, sebaliknya rel lebih baik karena dia tidak perlu berhenti di mana-mana melainkan berhenti di stasiun saja," ujar Mahathir saat jumpa pers usai meluncurkan Dasar Pengangkutan Negara 2019 - 2030 di Stasiun KL Sentral Kuala Lumpur, Kamis. Ia didampingi Menteri Transportasi Malaysia Anthony Locke.

Dia mengharapkan rakyat Malaysia menggunakan transportasi rel lebih sering, juga membawa barang terutama barang-barang besar.

"Kadang kita lihat truk yang membawa mobil di jalan raya, kemudian truk yang membawa minyak dan barang lain-lain. Kadang-kadang terjadi kecelakaan sehingga ada yang cedera dan meninggal dunia, kemudian barang-barangnya hilang begitu saja," katanya.

Baca juga: Malaysia tunda kelanjutan pembangunan kereta api RTS dengan SIngapura

Baca juga: Singapura dan Malaysia tangguhkan proyek kereta antarkota


Mahathir mengaku lebih suka barang yang berat dan besar dibawa dengan rel. Nantinya, kata PM, stasiun perlu menyiapkan tempat untuk menyimpan barang-barang tersebut secara aman serta menggunakan perlengkapan untuk mengatur barang yang diletakkan di kawasan-kawasan tertentu dekat dengan stasiun kereta.

"Kita harapkan pada masa mendatang sistem railway kita akan lebih maju seperti di negara Jepang, Korea dan China. Ini adalah keinginan kita mengurangi kendaraan di atas jalan dan meningkatkan penggunaan rel bagi perjalanan terutama perjalanan jauh pada musim hari raya," katanya.

Dia mengatakan bahwa di Jepang kereta api terlihat keluar-masuk stasiun tidak pernah berhenti, yang artinya rel digunakan. Tetapi di Malaysia, ujarnya, warga perlu menunggu hingga kadang-kadang satu jam sebelum kereta api berikutnya datang.

"Ini bermakna kita membangun rel tetapi rel tidak digunakan. Rel itu investasi tinggi sehingga harus digunakan semaksimal mungkin," katanya.

Baca juga: Malaysia terapkan aturan "e-hailing" per 12 Oktober

Baca juga: Menteri Transportasi : izin operasional di Malaysia tidak hanya Gojek

Baca juga: Kemenhub buka suara soal penolakan Gojek di Malaysia

 

Sang Dara, Monorel Khusus Bandara Soetta

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar