Apindo optimistis Airlangga Hartarto majukan FTZ Batam

Apindo optimistis Airlangga Hartarto majukan FTZ Batam

Mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbicara kepada wartawan usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA/Hanni Sofia/aa. (ANTARA/Hanni Sofia)

Kita berharap FTZ Batam benar-benar dibenahi terutama untuk persoalan yang selama ini banyak dikeluhkan pengusaha
Batam (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Indonesia Kota Batam optimistis Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mampu memajukan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam.

"Terkait dengan Ketua Dewan Kawasan yang dijabat oleh Pak Airlangga, kita cukup optimistis FTZ Batam akan lebih baik lagi ke depannya," kata Ketua Apindo Kota Batam Rafki Rasyid di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Berdasarkan Peraturan Presiden No.30 tahun 2008 tentang Dewan Nasional Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Ketua Dewan Kawasan Nasional adalah Menko Bidang Perekonomian.

Bila mengacu pada peraturan itu, maka Airlangga Hartarto juga menjabat Ketua Dewan Nasional KPBPB.

Apindo menilai, Airlangga yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan Menteri Perindustrian, akan mumpuni dalam memimpin Dewan Kawasan.

"Kita berharap FTZ Batam benar-benar dibenahi terutama untuk persoalan yang selama ini banyak dikeluhkan oleh para pengusaha," kata dia.

Ia mengatakan, sejumlah hambatan investasi bisa diselesaikan segera, agar ekonomi kota yang pernah diharapkan sebagai lokomotif perekonomian Indonesia itu kembali pulih dan laju.

Dalam kesempatan itu, ia juga optimistis dengan ditunjuknya Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Bidang Maritim dan Investasi mampu menyelesaikan kendala penanaman modal.

Apalagi, berdasarkan pengalaman Apindo, dalam beberapa kali kesempatan, Luhut mampu menyelesaikan persoalan investasi di Batam, yang diadukan pengusaha kepada Luhut.

"Kita berharap aturan aturan berbelit terkait perizinan investasi dapat disederhanakan dan waktu pengurusannya dipangkas," kata dia.

Namun, lanjut dia, tantangan kabinet baru ini adalah potensi pelemahan perekonomian Indonesia akibat ancaman resesi global yang diprediksi akan segera terjadi.

"Semoga dengan adanya komposisi baru yang lebih 'fresh' dari kabinet Jokowi ini bisa membuat Indonesia lebih tahan terhadap ancaman krisis," kata Rafki.

Secara keseluruhan, ia mengatakan Apindo merasakan keoptimisan dalam kabinet baru, yang didominasi unsur profesional.

"Di bidang ekonomi juga banyak diisi oleh wajah baru yang kita pandang cukup profesional di bidangnya," kata dia.


Baca juga: Airlangga dan Luhut dinilai mampu perkuat kawasan strategis BBK
Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ini sosoknya
Baca juga: Pengusaha keluhkan leletnya perizinan di Batam, FTZ tetap berlaku
Baca juga: BP Batam ingin Kampung Tua tetap masuk FTZ

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar