Anggota DPR ingatkan tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju kerja keras

Anggota DPR ingatkan tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju kerja keras

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin serta para Menteri Kabinet Indonesia Maju berfoto bersama di tangga Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/10/2019) (Desca L Natalia))

Semuanya adalah PR yang dihadapi ekonomi Indonesia pemerintah ke depan
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Said Abdullah mengapresiasi komposisi Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju yang merupakan kombinasi dari kalangan profesional dan politisi.

“Melihat profil Tim Ekonomi Kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2024 sepertinya perlu kerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi kita. Sebab, tantangan ekonomi kita tidak hanya datang dari internal tetapi juga eksternal,” kata Said lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Kombinasi ini diharapkan melahirkan terobosan-terobosan baru dalam bidang ekonomi yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan visi ekonomi Presiden Jokowi.

Namun, politisi senior PDIP ini mengingatkan tim ekonomi baru ini agar bekerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Hal ini penting mengingat perlambatan ekonomi global masih terus membayangi ekonomi domestik.

Diketahui, Kabinet Indonesia Maju terdiri dari 34 menteri. Dari jumlah tersebut, 18 kursi di antaranya diisi oleh sosok dari kalangan profesional non-parpol, sedangkan 16 kursi diisi oleh sosok berlatar belakang parpol.

Baca juga: Komposisi tim ekonomi kabinet Indonesia Maju beri sinyal positif pasar
Baca juga: Sri Mulyani ingatkan ancaman global, kabinet harus kerja "tancap gas"


Said melihat, berbagai tantangan yang masih mewarnai perekonomian Indonesia seperti stagnasi pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, rendahnya tax ratio, ancaman defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) yang terus melebar, serta nilai tukar rupiah yang rentan.

Terlebih lagi, tantangan luar negeri mengenai ketidakpastian ekonomi global yang membuat ekspor Indonesia turun. Bahkan para pelaku usaha global masih menunggu perkembangan perang dagang China dan AS terkait kesepakatan damai dagang fase satu pada November nanti.

“Semuanya adalah PR yang dihadapi ekonomi Indonesia pemerintah ke depan,” tegasnya.

Kendati tantangannya sangat besar, Said optimis dengan komposisi kabinet yang baru saja diumumkan ini.

Baca juga: Kabinet baru, Ini tim ekonomi Jokowi

Untuk itu, lanjut dia, kekompakan tim ekonomi dalam mendesain kebijakan ekonomi mutlak diperlukan. Sebab, tim kerja yang andal dalam bidang ekonomi menjadi kunci penting untuk mewujudkan visi ekonomi yang telah disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato pelantikannya, Minggu.

“Kita harus tetap bangun semangat optimis, persoalan ekonomi adalah persoalan bangsa yang harus kita hadapi dan dukung bersama. Apalagi kita masih dalam fase bonus demografi. Jangan sampai bangsa ini terjebak dalam middle income trap,” katanya.

Said yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian ini menjelaskan DPR akan tetap mengawasi kebijakan Pemerintah. DPR terus menjadi mitra yang efektif dan konstruktif untuk mengawasi jalannya roda pemerintah.

“Saya berharap, para pembantu Presiden ini memiliki semangat kerja keras, anti korupsi, fokus untuk mensukseskan visi misi Presiden, serta kebijakan yang inovatif. Saya yakin para Menteri bisa memperbaiki kondisi ekonomi yang lebih baik bahkan bisa tumbuh diatas 5 persen,”ujarnya.

Baca juga: Kadin harap tim ekonomi baru lanjutkan komunikasi dengan dunia usaha
Baca juga: Lima tahun Jokowi-JK, pencapaian dan tantangan tim ekonomi ke depan
Baca juga: Ekonom: Menteri ekonomi harus cegah pertumbuhan di bawah lima persen


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

INDEF: Kinerja tim ekonomi bisa diukur dalam 100 hari

Komentar