Trenggalek rintis "BUMNShop" perkuat ekonomi desa

Trenggalek rintis "BUMNShop" perkuat ekonomi desa

Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin (keempat kiri) bersama Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas Ditjen PKP, Siswa Trihadi (tengah) dan stake holder terkait meresmikan BUMNShop atau BUMDESMA di Durenan, Trenggalek, Selasa (22/10/2019) (IST/foto Humas Trenggalek)

BUMNShop yang baru saja diresmikan di Kecamatan Durenan dan Panggul sehari sebelumnya merupakan sinergi lintas desa untuk membangun konsep pertokoan modern...
Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, merintis pendirian sejumlah "BUMNShop", sebuah konsep pertokoan mirip pasar mini modern yang berbasiskan penguatan ekonomi desa.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Rabu, menjelaskan BUMNShop yang baru saja diresmikannya di Kecamatan Durenan dan Panggul sehari sebelumnya merupakan sinergi lintas desa untuk membangun konsep pertokoan modern bersama dengan menggabungkan kekuatan dana desa dan didukung dana CSR BUMN sebagai modal awal.

Dua BUMNShop yang sudah terbentuk dan diresmikan itu adalah BUMDESMA Madupapaken di Kecamatan Durenan dan BUMDESMA Manggul Wonokerto Kecamatan Panggul.

"Kami mengapresiasi beberapa kepala desa di Kecamatan Durenan, yakni Desa Malasan, Durenan, Pandean, Panggungsari dan Kendalrejo yang mau bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan BUMN Shop, bekerjasama dengan BUMDESMA Madupapaken," kata Arifin.

Baca juga: Desa menjelma menjadi penggerak ekonomi nasional

Ia berharap BUMDESMA nanti tidak hanya bergelut di dunia retail saja, melainkan juga melirik usaha lain seperti toko bangunan, pertamini maupun pengembangan wisata atau 'homestay-homstay' di daerahnya.

Dengan begitu jenis usaha BUMDESMA tidak monoton itu-itu saja, kata Bupati Arifin.

Mendorong eksistensi BUMNShop ini, Nur Arifin meminta jajarannya untuk membeli kebutuhan rumah tangga  di BUMDESMA ini.

Arifin juga menyinggung permodalan bersama dengan sistem "Crowdfunding", dimana masyarakat diajak untuk ikut menanam saham, sehingga permodalan yang dimiliki menjadi kuat secara finansial, tidak hanya bergantung pada Dana Desa maupun CSR dari BUMN saja.

"Saya tidak merekomendasi untuk individu kaya-kaya sendiri. Dengan crowdfunding semua bisa merasakan keuntungan dari BUMNShop ini," katanya.

Dengan ikut menanamkan sahamnya, lanjut dia, maka masyarakat akan ikut menjaga dan mengembangkan BUMN Shop ini, katanya.

Sementara itu, Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas Ditjed PKP, Siswa Trihadi menyatakan bahwa BUMNShop merupakan komitmen lembaganya dalam mendorong BUMN untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dengan konsep itu, BUMN berkolaborasi dengan BUMDes dalam rangka memajukan perekonomian masyarakat.

Selain itu, BUMNShop ini juga bertujuan untuk mewadahi sekaligus menjadikan ajang promosi produk unggulan yang dimiliki oleh Desa dengan sinergitas bersama.

"keberadaan BUMNShop ini diyakini tidak akan mematikan toko kecil di sekitar, malah justru kami ingin ada kerjasama yang baik. Toko-toko sekitar bisa mengambil barang ke sini, sehingga ada kerjasama yang saling menguntungkan antara keduanya," kata Siswa Trihadi. 

Baca juga: Mendes PDTT: tantangan desa ke depan pemberdayaan manusia dan ekonomi

 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indeks desa percepat pembangunan pelosok

Komentar