Status siaga darurat karhutla Riau tak diperpanjang, sebut Wadansatgas

Status siaga darurat karhutla Riau tak diperpanjang, sebut Wadansatgas

Personel TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru berusaha memadamkan api yang membakar semak belukar di lahan gambut dengan ranting pohon sebelum datangnya bantuan dari Pemadam dan Manggala Agni di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau menyebabkan Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap dengan aroma menyengat khususnya pada pagi hari, kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan siaga darurat Karhutla. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

Jika dibandingkan dengan Jambi dan Sumatera Selatan, Riau sudah dapat dikendalikan
Pekanbaru (ANTARA) - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau menyatakan masa status siaga darurat karhutla Riau akan berakhir pada 31 Oktober, dan kemungkinan besar tidak akan diperpanjang.

"Tak ada perpanjangan, Insya Allah tidak diperpanjang, karenanya kita bersyukur pada Allah SWT cuaca Riau membaik," kata Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) karhutla Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis.

Sebelumnya, status siaga darurat karhutla Riau ditetapkan sejak tanggal 19 Februari 2019. Masa siaga darurat karhutla Riau akan berakhir pada 31 Oktober tahun ini.

Ia mengatakan beberapa hari terakhir dari laporan BMKG menyatakan Riau nihil titik panas yang jadi indikasi karhutla.

"Jika dibandingkan dengan Jambi dan Sumatera Selatan, Riau sudah dapat dikendalikan," kata Edwar yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Meski begitu, ia meminta seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga kondisi tersebut agar karhutla dan kabut asap tidak terulang lagi.

Ia menambahkan, karena kondisi Riau relatif kondusif maka helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara bertahap mulai ditarik dari Riau. Pada Selasa (22/10) lalu, dua unit heli pengebom air (water bombing) sudah dipulangkan ke negara asalnya.

Sebelumnya, di Riau sempat bercokol delapan heli bantuan untuk membantu satgas karhutla Riau memadamkan kebakaran dari udara.

"Dua heli sudah kembali ke negara asalnya, satu ke Australia dan satu lagi ke Rusia," katanya.

Ia mengatakan, kini tinggal dua heli bantuan yang masih siaga di Riau. Rencananya heli tersebut akan bertahan hingga masa status siaga darurat karhutla Riau berakhir pada akhir Oktober ini.

"Sekarang tinggal dua heli yang siaga sampai 31 Oktober," demikian Edwar Sanger.


Baca juga: Satgas: Tiga heli pemadam karhutla dipindahkan dari Riau

Baca juga: Konflik gajah Sumatera di Riau meningkat akibat kebakaran Tesso Nilo

Baca juga: BNPB sebut Kalteng dan Riau masih tanggap darurat

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Status siaga darurat untuk antisipasi penyebaran karhutla

Komentar