Tour de Singkarak

44 tikungan legendaris Ranah Minang hadang pebalap di etape V TdS 2019

44 tikungan legendaris Ranah Minang hadang pebalap di etape V TdS 2019

Raja Tanjakan Ismael Jr Grospe diprediksi bisa mencuri kesempatan di etape V Payakumbuh-Agam. ANTARA/ Miko Elfisha

Padang (ANTARA) - Tikungan legendaris Ranah Minang yaitu Kelok 44 di Kabupaten Agam akan menghadang pebalap tepat menjelang finis etape V Tour de Singkarak (TdS) 2019 di Embun Pagi, Rabu.

Sesuai dengan namanya, akan ada 44 tikungan sangat tajam yang harus dijinakkan oleh pebalap. Ditambah lagi tikungan itu menjadi salah satu titik King of Mountain (KOM) pada etape tersebut sehingga tingkat kesulitannya akan berlipat ganda.

Raja tanjakan pada dua etape III dan IV berturut-turut Ismael Jr Grospe diprediksi bisa mencuri kesempatan pada etape V yang start di Kota Payakumbuh dan finis di Embun Pagi, Agam dengan jarak tempuh 206,5 kilometer itu.

Jika bisa menjadi yang tercepat pada etape ini, Grospe juga berkesempatan untuk memperpendek jarak waktu pada klasemen umum (yellow jersey). Saat ini ia tertinggal 3 menit 40 detik dari Jesse Ewart sebagai pemuncak klasemen dengan catatan waktu 13:38:13.

Kesempatan untuk "mengkudeta" yellow jersey juga dimiliki pebalap tercepat etape IV Cristian Railean. Rekan satu tim Jesse Ewart di Team Sapura Cycling itu hanya tertinggal 1 menit 02 detik di belakang Jesse.

Baca juga: Cristian Reaileanu tercepat di etape IV Tour de Singkarak 2019

Namun, Jesse Ewart bukannya tidak punya kesempatan untuk tetap mempertahankan yellow jersey karena pada etape I hingga IV, ia juga memegang gelar best sprinter atau raja kecepatan (green jersey). Ia diuntungkan dengan tiga titik sprint yang ada pada lintasan etape V.

Jesse sebelumnya mengaku prioritasnya masih mempertahankan yellow jersey pada etape V tersebut.

Secara umum Etape V Tour de Singkarak Payakumbuh-Agam (206,5 km) memiliki tiga titik sprint dan dua tanjakan.

Titik sprint pertama pada kilometer 11,9 di Pasar Ibuh Payakumbuh, kemudian di kilometer 95,8 Sungai Sariak padang Pariaman dan kilometer 124,3 Sungai Limau Padang Pariaman.

Sementara tanjakan (KOM) berada pada kilometer 33 di Baso Kabupaten Agam dan menjelang finis kilometer 206,5 di kelok 44 Agam. Meski menguras tenaga, tetapi pemandangan Danau Maninjau nan indah di kelok 44 akan sangat memanjakan mata pebalap.

Jalur yang dilewati etape ini start di Payakumbuh-Baso-Bukittinggi-Padang Panjang- Sicincin - Sungai Limau - Tanjung Mutiara - Lubuk Basung - Maninjau - Ambun Pagi.

Baca juga: Tim lokal Sumbar unjuk gigi pada TdS 2019

Baca juga: Kemeriahan Tour de Singkarak di bumi Serambi Mekkah

 

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tour de Singakarak harus dongkrak perekonomian masyarakat

Komentar