Dubai (ANTARA News) - Iran telah memgusir kepala biro televisi Al Arabiya di Teheran Hassan Fahs karena dinilai melakukan standard ganda peliputan, demikian Al-Arabiya dalam pernyataannya seperti dikutip Reuters, Selasa. Sebaliknya, Kementerian Panduan Islam dan Kebudayaan Iran menolak telah mengusir Fahs, tapi menyebut sang kepala biro sebagai "orang yang tidak disukai" sehingga harus pergi dari Iran secepatnya begitu masa berlaku visanya habis. Visa Fahs tidak diperpanjang karena "tingkah-laku tak menyenangkan" tetapi ini tidak berarti kantor Al Arabiya ditutup, kata Mohsen Moghaddeszadeh, direkrur bagian media asing Kementerian Panduan Islam dan Kebudayaan Iran seperti dikutip IRNA. Bulan lalu, Arabiya berencan menayangkan film "Imam of Blood" yang berisi kecaman terhadap Ayatullah Ruhullah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, yang dikecam luas di Iran. Sejumlah mahasiswa dari 10 universitas di Iran menyerukan penutupan kantor Al Arabiya di Iran setelah stasiun itu bersikeras menayangkan film yang disebut kaum muda Iran sebagai "menghina" Khomeini dan keyakinan Syiah. Al-Arabiya mengatakan, Fahs telah diperintahkan untuk pergi karena laporan yang tidak seimbang, namun stasiun TV ini membantah karena merasa telah memberi kesempatan kepada Iran untuk menanggapi laporan mengenai Iran itu. Arabiya sendiri mengatakan film "Road to Revolution" yang kontroversial telah membuat kantornya ditutup. "Iran menganggap berita Al Arabiya melawan Iran," kata Fahs. Arabiya mengatakan film Mesir mengenai Khomeini itu dibuat sebagai pembalasan atas dirilisnya film Iran berjudul "Assassination of a Pharaoh" yang melukiskan pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1981 sebagai pembunuhan terhadap seorang pengkhianat. Arabiya mengatakan Mohamed Hassan al-Alfi, anggota Partai Demokrat Nasional yang berkuasa di Mesir, menulis skenario film pembalasan yang ingin menunjukkan ideologi Khomeini ada di balik pembunuhan Sadat. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2008