Pemerintah harmonisasi regulasi percepat pengembangan EBT

Pemerintah harmonisasi regulasi percepat pengembangan EBT

Ilustrasi. Warga mengecek Panel Surya di Pantai Bakti Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/10/2019). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/aww.

Pengembangan EBT sudah mulai, tapi harus dipercepat
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengaku tengah melakukan harmonisasi regulasi dan melakukan perbaikan untuk mempermudah investasi guna mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

"Pengembangan EBT sudah mulai, tapi harus dipercepat. Mempercepatnya kalau dari sisi pemerintah yaitu kami akan harmonisasi regulasi dan memudahkan investasi," kata Deput Bidang Koordinator Infrastruktur Kemenko Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin ditemui di acara EBTKE ConEx 2019 di Jakarta, Kamis.

Ridwan mengakui regulasi yang ada memang belum mendukung pengembangan EBT, terutama terkait harga jual. Oleh karena itu, atas dasar masukan dari para pengusaha, pihaknya akan melakukan harmonisasi aturan agar sektor tersebut bisa menarik minat investor secara ekonomi.

Baca juga: Menteri ESDM : pemanfaatan EBT baru 8 persen

"Nah keekonomiannya harus dihitung baik-baik dan jangan dibandingkan atau 'apple to apple' dengan energi fosil. Untuk itu, regulasi akan kita kelola, kita harmonisasi supaya investasi dalam bidang nergi baru terbarukan ini juga cukup menarik secara keekonomian," tuturnya.

Ada pun terkait kemudahan perizinan investasi, pemerintah akan memberikan fasilitasi maksimal kepada investor di bidang EBT untuk merealisasikan investasinya di Tanah Air.

"Jadi beri keyakinan juga kepada investor, jika mereka masuk, mereka akan diperlakukan dengan sangat baik. Dimudahkan. Kita juga mendorong prinsip izin ini bukannya pelaku usaha yang mengemis, tapi itubjadi kewajiban pemerintah untuk menyiapkan," imbuhnya.

Ridwan menambahkan, hal lain yang juga penting dalam percepatan pengembangan EBT adalah sumber daya manusia. Ia meyakini potensi sumber daya manusia Indonesia yang besar. Selain memiliki potensi generasi muda yang besar, antusiasme kalangan muda di bidang energi bersih juga disebutnya cukup tinggi.

"Jadi EBTKE ini jangan dianggap seolah urusan masa depan. Meski namanya energi baru, istilah itu cocok ketika pertama kali diluncurkan. Tapi urusan energi baru itu urusan hari ini," pungkasnya.

Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) yang didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, akan melaksanakan Indo EBTKE ConEx 2019 yang ke-8, pada tanggal 6 - 8 November 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.

Mengusung tema "Energy Transition Toward Sustainable Energy Era", penyelenggaraan Indo EBTKE Conex ke-8 ini diharapkan dapat mempertemukan seluruh pemangku kepentingan EBTKE baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk bertukar informasi dan bersama-sama melakukan diskusi terarah guna pengembangan Energi Baru Terbarukan di Indonesia.

Baca juga: Menteri ESDM dorong inovasi baru dalam EBT
Baca juga: Energi terbarukan sumbang 85 persen pasokan secara global pada 2040

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres nilai kombinasi energi hidupkan bangsa

Komentar