Jakarta (ANTARA News) - PT Dirgantara Indonesia Persero dan TNI Angkatan Laut sepakat untuk meningkatkan kerja sama pengembangan teknologi pertahanan matra laut. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Tedjo Edhi Purdijatno di Mabes TNI Cilangkap, Rabu. Nota kesepahaman tersebut meliputi kerja sama di bidang pengadaan pemeliharaan, perbaikan, modifikasi dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), penelitian dan pengembangan iptek serta pertukaran data dan informasi ilmiah. Selain itu, kerja sama itu juga meliputi pendidikan dan latihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan SDM, serta sarana dan prasarana yang dimiliki TNI AL untuk mendukung tugas pokok dan kepentingan kedua belah pihak. Kerja sama tersebut berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan pelaksanaan kesepakatan bersama tersebut akan dievaluasi sekurang-kurangnya setiap dua tahun sekali. Segala bentuk yang menyangkut kegiatan, pembiayaan, fasilitas, hak dan kewajiban, akan diatur lebih lanjut. Pada kesempatan itu, KSAL Laksamana Tedjo Edhi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama kedua pihak yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. "TNI AL dan PT DI sebelumnya sudah melakukan kerja sama terutama dalam pengadaan pesawat patroli maritim," katanya. Ke depan, tambah dia, dengan kesepakatan itu maka kerja sama kedua pihak dapat ditingkatkan dan makin banyak alutsista TNI AL yang dapat diadakan oleh PT DI. Sedangkan Dirut PT DI Budi Santoso mengatakan, pihaknya berjanji meningkatkan kerja sama dengan TNI AL terutama untuk pengadaan pesawat-pesawat patroli maritim dan pesawat angkut ringan. Selain dengan TNI AL, PT DI juga sudah melakukan kerja sama pengadaan alutsista dengan TNI AU melalui pengadaan Helikopter Superpuma dan Pesawat CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft). Sedangkan dengan TNI AD, PTDI juga telah mengadakan kerja sama untuk pengadaan pesawat angkut ringan. (*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2008