Puting beliung rusak rumah warga di Garut

Puting beliung rusak rumah warga di Garut

Atap rumah warga rusak diterjang angin puting beliung di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (8/11/2019). ANTARA/HO-Aspri

ada 22 rumah yang rusak tersebar di dua RW
Garut (ANTARA) - Sejumlah rumah warga rusak bagian atapnya akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat.

Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) Limbangan Kapten Inf Nandang Sucahyana mengatakan, jajarannya bersama masyarakat telah terjun ke lapangan untuk melihat kondisi rumah warga yang terdampak puting beliung.

"Rumah yang rusak cukup banyak karena kejadiannya memang berlangsung lama," kata Nandang.

Baca juga: Puting beliung hantam Pulau Sebatik sejumlah rumah rusak
Baca juga: 57 kali puting beliung terjadi selama Oktober


Ia menuturkan, bencana angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi hanya kerugian materi akibat kerusakan rumah.

Hasil pendataan di lapangan, kata dia, angin puting beliung itu merusak 22 rumah tersebar di dua RW yakni RW 05 sebanyak sembilan rumah dan RW 06 sebanyak 13 rumah.

"Datanya ada 22 rumah yang rusak tersebar di dua RW," katanya.

Ia menyampaikan, angin kencang tersebut hanya merusak bagian atap rumah seperti genting berjatuhan bahkan menerbangkan sejumlah benda lainnya sekitar pemukiman warga.

Akibat peristiwa itu, kata Nandang, sejumlah anak terpaksa diungsikan ke rumah warga yang lebih aman karena kondisi rumah yang diterjang angin cukup berbahaya.

"Anak-anak sudah diungsikan, saat ini masyarakat dan anggota membantu memperbaiki rumah yang rusak," katanya.

Baca juga: Tiga rumah di Langkat rusak diterjang angin kencang
Baca juga: Puting beliung sebabkan 12 bangunan di Majalengka rusak
Baca juga: BMKG imbau masyarakat waspada potensi puting beliung di Kepri

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angin puting beliung rusak belasan rumah warga Batang

Komentar