Tutup kongres Nasdem, Pakar: Jokowi eratkan kembali koalisi

Tutup kongres Nasdem, Pakar: Jokowi eratkan kembali koalisi

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan Jakarta, Emrus Sihombing (kiri) (Istimewa)

Relasi dengan NasDem semakin dekat dan hangat. Bahkan, Jokowi menyampaikan akan rangkul (Surya Paloh) lebih erat lagi. Setelah pidato pun dibuktikan
Jakarta (ANTARA) - Pakar komunikasi publik Universitas Pelita Harapan Dr Emrus Sihombing menyebutkan Presiden Joko Widodo mempererat kembali relasi dengan NasDem dalam koalisi, dalam pidato penutupan kongres partai tersebut.

"Relasi dengan NasDem semakin dekat dan hangat. Bahkan, Jokowi menyampaikan akan rangkul (Surya Paloh) lebih erat lagi. Setelah pidato pun dibuktikan," katanya, saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Senin malam.

Usai berpidato, kata dia, Jokowi berjalan menuju kursinya yang berdampingan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, kemudian merangkulnya erat.

Baca juga: Jokowi tegaskan partai koalisi pemerintah rukun

Menurut dia, pesan dalam pidato penutupan Kongres II Partai NasDem yang disampaikan Jokowi menyiratkan penegasan bahwa NasDem tetap solid berada dalam koalisi parpol pendukung pemerintah.

Diakui Direktur Eksekutif Emrus Corner itu, sempat ada ganjalan dalam hubungan kedua parpol, terutama Jokowi dengan Surya Paloh setelah sentilan Jokowi terhadap Paloh soal rangkulan dengan Presiden PKS.

"Sekarang, hubungan itu kembali cair. Saya yakin ada komunikasi-komunikasi personal antarkedua tokoh sebelum pidato itu disampaikan," tuturnya.

Baca juga: Rangkulan Surya-Sohibul, Jokowi sebut hanya masalah kecemburuan

Menyoal relasi politik, Emrus menyampaikan adanya teori social penetration menyangkut hubungan antarmanusia yang fluktuatif yang terjadi juga dalam relasi ekonomi dan personal.

Artinya, kata dia, saat tertentu hubungan antartokoh bisa sangat akrab, kemudian renggang pada saat tertentu, tetapi pada lain waktu akrab kembali.

Ke depan, ia mengingatkan para politikus, terutama, harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan-pesan komunikasi ke ruang publik karena bisa menimbulkan kerenggangan hubungan.

"Tetapi, kalau dilakukan dengan sangat bagus justru bisa mempererat dan mengakrabkan hubungan. Nasdem tetap menjadi bagian koalisi yang solid, terbukti dari relasi pidato kedua tokoh," ujar Emrus.

Partai Nasdem mengundang Presiden Jokowi pada puncak peringatan HUT Ke-8 Partai Nasdem, sekaligus penutupan Kongres II yang berlangsung JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin malam.

Presiden Jokowi hadir, didampingi Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dalam kesempatan itu. Tampak pula, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan.

Baca juga: Disambut Surya Paloh, Jokowi hadiri puncak HUT Partai NasDem

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Istana finalisasi nama anggota Dewas KPK

Komentar