Ini alasan Istana Siak ditutup untuk umum

Ini alasan Istana Siak ditutup untuk umum

Istana Siak yang digembok pada Kamis (14/11) sehingga pengunjung tidak bisa masuk.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - Istana Asserayah Hasyimiah Siak Sri Inderapura, Kabupaten Siak, terlihat ditutup dengan pagar tergembok pada Kamis (14/11) diduga akibat ada kisruh ahli waris yang menuntut haknya dan mengklaim memiliki surat wasiat asli dari kesultanan.

"Ini sudah bertahun-tahun, bulan lalu juga sudah, tapi tak dipedulikan juga. Dulu kami wasiat yang asli memang tak ada, duplikat yang ada, sekarang yang aslinya ada pada kami, kami minta hak kami," kata Tengku Syarifah Nadira yang mengaku sebagai ahli waris di Siak.

Dia mengaku rencananya hari Kamus ini akan ada musyawarah terkait masalah tersebut. Akan tetapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan Bupati Siak Alfedri sedang tidak berada di tempat.

Hal tersebut lanjutnya disampaikan oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Siak Jamaluddin sehingga musyawarah tidak jadi dilakukan. Padahal, menurut dia, kesepakatan sebelumnya tak ada bupati tidak ada masalah.

"Katanya kemarin kalau tak ada bupati, sekretaris daerah saja, Pak Jamal bisa juga. Saya tak masalah, yang penting apa kata bupati disampaikan. Tapi dapat pesan pagi ini tak jadi," ujarnya.

Terkait masalah ini pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai cara mulai dari buat surat pernyataan hingga kronologis. Akan tetapi sampai saat ini juga belum ada tanggapan sehingga dia merasa tidak diperhatikan.

Terlebih lagi, katanya dia dan adiknya yang tidak lagi menetap di Siak mengurus hal ini memakan waktu, biaya, dan tenaga. Bahkan dari Rabu (13/11) mereka tidur di sekitar Istana Siak itu.

"Kami ke sini pakai biaya, waktu dan tenaga. Tadi pagi menginap di istana, kami sudah tak pulang. Nenek moyang kami dari sini, yang punya istana itu. Tapi kami menjerit, sudah tidak diperhatikan dari dulu," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Siak, Fauzi Asni menyampaikan pihaknya belum mau menyampaikan terkait persoalan ini. Dia menunggu arahan apakah itu dari bupati, sekda, ataupun asisten.

Demikian juga tentang keputusan untuk menutup istana ini masih belum ada keterangan. Sementara Bupati Siak masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Riau.

Baca juga: Peserta SMN Yogyakarta kagumi kemegahan Istana Siak

Baca juga: Istana Siak dikunjungi 25 ribu lebih wisatawan saat libur Lebaran

Baca juga: Haul Sultan Siak jadi momentum wisata halal

Baca juga: Polisi tangkap pelaku pembakar Istana Siak

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar