Jakarta (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah mengirim 200 da'i ke sejumlah daerah terpencil terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI) seperti Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Upacara pelepasan pelepasan para da'i dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tersebut dilakukan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Bogor, Minggu. Hadir pada acara itu Walikota Bogor, Diani Budiarto. Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr Abdul Manan dalam siaran persnya mengatakan, pihaknya sampai sekarang telah mengirim sekitar 76.000 da'i Hidayatullah ke seluruh daerah terpencil di Indonesia. Menurut Abdul Manan, ormas yang dipimpinnya itu kini beranggotakan 12 juta orang yang tersebar di 33 provinsi, 295 kabupaten dan 2.500 kecamatan . "Dengan demikian, Hidayatullah menjadi ormas Islam terbesar setelah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah," katanya. Sementara itu, Mensos Bachtiar Chamsyah dalam pengarahannya mengatakan, gerakan dawah yang progresif di era global sangat perlu untuk "membangkitkan umat Islam" dan "membangunkan kejayaan Islam". Selama ini, lanjut Mensos, umat Islam dianggap semakin terpuruk dalam kemunduran. Dikhawatirkan umat Islam di era global tergerus jati dirinya. Padahal, potensi individu umat Islam sangat besar, terlebih lagi bagi bangsa yang mayoritas Muslim, pasti sangat diuntungkan. "Kita harus cerdik dan pandai mengatur bagaimana kekuatan philantropis umat Islam Indonesia itu dapat didayagunakan secara tepat waktu dan tepat cara." tambah Mensos.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008