Laporan dari Beijing

China tandatangani kontrak impor senilai Rp35,1triliun dari Indonesia

China tandatangani kontrak impor senilai Rp35,1triliun dari Indonesia

Para pengusaha Indonesia dan China menandatangani kontrak bisnis dalam Forum Bisnis yang digelar di sela-sela KTT Prakarsa Sabuk Jalan (BRF Summit) di Beijing pada April 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Upaya tak kenal lelah, kerja keras, doa, kerja sama, dan sinergitas dari seluruh 'stakeholder' menjadi faktor utama di setiap langkah kami di China
Beijing (ANTARA) - Beberapa pengusaha China menandatangani kesepakatan kontrak impor senilai 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp35,1 triliun dengan mitra mereka dari Indonesia.

"Kontrak itu didapat dari Indonesia-China Business Forum dan China Coal Import Summit," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Beijing, Selasa.

Menurut dia, penandatanganan yang dilakukan di sela-sela Pameran Impor Internasional China (CIIE) ke-2 di Shanghai itu lebih banyak untuk kontrak impor komoditas batu bara.

Di luar itu, lanjut Dubes, ada juga beberapa kontrak-kontrak produk lain, seperti elektronik, pertanian, makanan, minuman, bijih plastik, dan pertambangan di Paviliun Indonesia di ajang CIIE yang dibuka mulai 5 November lalu.

Baca juga: Strategi KBRI Beijing tingkatkan ekspor dan investasi

"Produk sarang burung walet, bijih plastik daur ulang, 'oleochemical', batu bara, dan produk makanan lainnya menjadi bukti nyata bahwa produk Indonesia sangat disukai dan laku di pasar Tiongkok," kata mantan Dubes RI untuk Rusia itu.

Baca juga: KBRI Beijing undang pengusaha China kunjungi TEI

Sebelumnya dari ajang Pameran Perdagangan Indonesia (TEI) ke-34 pada 16-20 Oktober 2019, Indonesia berhasil membawa 312 pengusaha asal China.

Ajang tersebut menghasilkan 16 kesepakatan dagang dan investasi antara perusahaan Indonesia dan China dengan nilai investasi sebesar 2,68 miliar dolar AS atau sekitar Rp37,7 triliun.

Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di Shanghai berhasil meraih penghargaan dari ajang TEI 2019 atas keberhasilannya membukukan transaksi senilai 221 juta dolar AS atau sekitar Rp3,1 triliun.

"Upaya tak kenal lelah, kerja keras, doa, kerja sama, dan sinergitas dari seluruh 'stakeholder' menjadi faktor utama di setiap langkah kami di China," ujar Dubes Djauhari.

Baca juga: Perusahaan baja China rencana bangun pabrik di Tarakan

Baca juga: KBRI Beijing bahas kerjasama pendidikan vokasi dengan Kota Shenzhen

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar