Jaktim pasang bronjong untuk antisipasi longsor tebing DI Panjaitan

Jaktim pasang bronjong untuk antisipasi longsor tebing DI Panjaitan

Warga memperlihatkan titik longsor di tebing Jalan Bypass DI Panjaitan RT05 RW01 Pisangan Lama, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Pemerintah Kota Jakarta Timur segera memasang bronjong berupa tumpukan batu kali yang diikat kawat untuk mengantisipasi longsor di tebing di Jalan DI Panjaitan, Pulogadung.
 
"Saya sudah instruksikan Sudin Sumber Daya Air (SDA) agar diantisipasi pakai beronjong dulu," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Jakarta, Rabu.
 
Bronjong sepanjang 300 meter akan difungsikan sebagai turap sementara untuk menghalau longsoran tanah yang kerap menimbun Jalan Pisangan Lama Barat di RT 05/RW 01 Pisangan Timur.
 
Menurut Anwar, langkah tersebut sebagai solusi awal mengantisipasi adanya korban susulan dari tanah longsor yang kerap menyebabkan jalan licin saat hujan.
 
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembuatan turap permanen.

Baca juga: Lebih delapan pemotor terjatuh akibat longsor di Pisangan Timur
Baca juga: Warga Pisangan Timur desak pihak terkait tanggulangi tanah longsor
Baca juga: Penanganan longsor di Cilandak rampung awal Januari 2019
 
Alasannya, tebing jalan setinggi tiga meter di bawah Jalan Bypass DI Panjaitan merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.
 
"Kita sudah koordinasikan. Sambil menunggu, saya minta dipasang dulu bronjong," ujarnya.
 
Tebing di Jalan DI Panjaitan kerap mengalami longsor saat hujan dengan intensitas tinggi.
 
Tanah yang turun ke Jalan Pisangan Lama Barat kerap membuat badan jalan licin. Sedikitnya delapan pengendara motor dilaporkan terpeleset akibat kejadian itu.
 
Masyarakat sekitar juga resah dengan longsor susulan akibat lambatnya penanganan dari otoritas terkait.
 
"Sejak 2015 kita sudah minta tebing ini diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada penanganan," kata Ketua RW 01 Pisangan Lama, Budianto.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

4 kecamatan di Semarang rawan longsor

Komentar