Pemerintah apresiasi doctorSHARE beri layanan kesehatan ke daerah 3T

Pemerintah apresiasi doctorSHARE beri layanan kesehatan ke daerah 3T

Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II berlabuh dekat dermaga Baywalk Mall Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mengapresiasi doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli dengan program inovatif seperti rumah sakit apung dan dokter terbang dalam meningkatkan dan memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil, terdepan dan terluar (3T) secara gratis.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang diwakili oleh Asisten Deputi Pelayanan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang PMK Andi Rahmadi di Jakarta, Sabtu, mengatakan keterbatasan kemampuan pemerintah untuk dapat menjangkau semua wilayah yang begitu luas dengan berbagai tantangannya sangat memerlukan dukungan dan peran serta aktif dari pihak swasta dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan.

"Untuk itu kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada doctorSHARE yang memiliki kepedulian dengan memfokuskan kepada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan," kata Menteri Muhadjir dalam sambutan di acara peringatan 10 tahun pelayanan doctorSHARE, Jakarta Utara.

Baca juga: Rumah Sakit Terapung doctorSHARE layani masyarakat Tanimbar

Baca juga: RS Apung Nusa Waluya II tangani 10 ribu pasien setahun

Baca juga: RS apung "doctorSHARE" gratis layani Indonesia Timur


Menteri mengatakan program unggulan doctorSHARE seperti tiga rumah sakit apung dan pelayanan dokter terbang untuk wilayah terpencil merupakan wujud kepedulian swasta untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di area yang tidak memiliki fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak dapat dijangkau oleh puskesmas keliling.

"Hal ini selaras dengan program pemerintah melalui pengembangan pola pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan sangat terpencil," ujarnya.

Dia berharap program doctorSHARE dapat menjadi inspirasi bagi swasta untuk ikut mendekatkan dan meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah 3T.

Pendiri doctorSHARE dr. Lie Agustinus Dharmawan mengatakan sebagai negara kepulauan perlu memiliki sistem layanan kesehatan terpadu yang memudahkan masyarakat hingga ke pelosok.
 
Pendiri doctorSHARE dr. Lie Agustinus Dharmawan (kiri) memberikan pemaparan dalam konferensi pers, Jakarta Utara, Sabtu (23/11/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)


"Sudah selayaknya setiap masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang sama. Masyarakat di kota maupun di pedesaan harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama untuk mewujudkannya," kata dr. Lie.

Menurut dia, masyarakat di daerah terpencil di Indonesia juga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan medis yang adekuat sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran yang mutakhir.

Hingga saat ini, doctorSHARE memiliki tiga rumah sakit apung, yaitu RSA dr. Lie Dharmawan, RSA Nusa Waluya I dan RSA Nusa Waluya II.*

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumbar ajukan tenaga pendidik berstatus P3K untuk daerah 3T

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar