Ma'ruf Amin hadiri Maulid Nabi Muhammad di Yogyakarta

Ma'ruf Amin hadiri Maulid Nabi Muhammad di Yogyakarta

Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk "Indonesia dalam Cinta dan Harmoni" di kediaman Habib Hilal Alaidid di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu malam. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk "Indonesia dalam Cinta dan Harmoni" di kediaman Habib Hilal Alaidid di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu malam.

Ma'ruf yang hadir beserta istri Wury Estu Handayani tiba di lokasi pada pukul 19.24 WIB langsung disambut ratusan santri Ponpes Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, yang telah menunggunya.

Hadir sejumlah tokoh, yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, putri Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas beserta para habib dan kiai di Yogyakarta.

Dalam sambutannya pada acara Maulid Nabi, Ma'ruf mengajak para hadirin untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dalam melakukan perubahan, seperti pada saat mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat yang baik.

"Perubahan yang dilakukan oleh Rasulullah itu perubahan yang luar biasa karena mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat khaira ummah," kata dia.

Baca juga: Puluhan anak yatim sambangi Istana peringati Maulid Nabi

Nabi Muhammad, menurut Ma'ruf, tak sekadar membuat masyarakat saat itu menjadi tahu dan paham mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi mereka juga dibimbing untuk mengerjakan sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk.

"Yang luar biasa bahkan itu dilakukan dalam waktu yang super cepat, 23 tahun," kata Ma'ruf yang juga Mustasyar PBNU ini.

Baca juga: Wapres Ma'ruf peringati Maulid Nabi di Kresek, Tangerang

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga menitipkan pesan kepada para ulama sebagai pewaris Nabi mampu memosisikan diri sebagai tokoh perubahan.

"Selain memiliki tugas menyiapkan orang-orang yang paham agama, tapi para ulama juga harus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik," kata dia.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Hati-hati, jangan sampai jadi "kiai gerhana"

Pantauan Antara, Ma'ruf Amin beserta rombongan meninggalkan lokasi acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada pukul 20.56 WIB setelah melakukan ramah tamah di dalam kediaman Habib Hilal Alaidid.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak menonjol dalam 100 hari, Wapres sebut hindari adanya Matahari Kembar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar