Petani kelapa sawit mandiri terima sertifikasi RSPO di Bangkok

Petani kelapa sawit mandiri terima sertifikasi RSPO di Bangkok

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandir (APKSM) Pangkalan Bun Kalimantan Tengah YB. Zainanto Hari Widodo (tengah) menerima sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan RSPO dalam pertemuan ke 17 RSPO di Bangkok, Thailand, 5 November 2019 (Dokumentasi APKSM)

Khususnya di dalam melaksanakan praktek perkebunan terbaik (GAP) serta kesadaran petani swadaya untuk melaksanakan dokumentasi dan pencatatan administrasi
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah menerima sertifikat kelapa sawit berkelanjutan RSPO (Rountable Sustainble Palm Oil) dalam Pertemuan Tahunan RPSO ke 17 di Bangkok, Thailand awal November 2019.

Ketua APKSM, YB. Zainanto Hari Widodo mengatakan pemberian sertifikasi tersebut, menjadi tantangan bagi asosiasi di dalam membangkitkan semangat anggota untuk menerapkan prinsip dan kriteria RSPO.

"Khususnya di dalam melaksanakan praktek perkebunan terbaik (GAP) serta kesadaran petani swadaya untuk melaksanakan dokumentasi dan pencatatan administrasi," katanya melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kemendag dorong RI-Arab Saudi tingkatkan kemitraan industri sawit

Dikatakannya, APKSM berdiri 2019, dan mulai Maret lalu mengupayakan untuk mengikuti program RSPO dengan pendamping dari PT. Sawit Sumber Mas Sarana.

Menurut dia, keuntungan mengikuti RSPO adalah perubahan pola pengerjaan kebun petani swadaya menjadi kebun kelapa sawit yang telah melaksanakan prinsip dan kriteria RSPO sehingga hasil kebun petani swadaya akan meningkat.

"Luas lahan yang diajukan untuk mendapatkan sertifikasi yaitu 710,54 hektar," katanya.

Sementara itu terkait program yang akan dilakukan oleh asosiasi setelah mendapat sertifikasi, Zainanto mengatakan, mendorong petani swadaya yang lain di dua desa tersebut untuk bergabung menjadi anggota asosiasi dan mengikuti program RSPO pada tahun 2020.

Asosiasi beranggotakan 340 anggota petani swadaya dari dua desa yaitu Desa Sungai Rangit Jaya dan Desa Kadipi Atas di kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.

Target penambahan anggota baru sebanyak 1.000 hektar lahan petani swadaya pada surveilance ke 2 tahun 2020.

Menurut dia, hasil penjualan sertifikasi RSPO, direncanakan untuk biaya menambah anggota baru serta akan dikembalikan kepada anggota dalam bentuk subsidi pupuk untuk kebun-kebun petani swadaya sehingga dapat merasakan keuntungan secara finansial.

Baca juga: Sertifikat RSPO tak tingkatkan pasar minyak sawit
Baca juga: Dubes: sertifikat ISPO belum cukup diakui di Eropa


 

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar