SEA Games 2019

Adaptasi percikan air laut jadi fokus tim dayung Indonesia

Adaptasi percikan air laut jadi fokus tim dayung Indonesia

Pelatih perahu naga (TBR) Indonesia John Feter Matulessy. ANTARA/Bayu Kuncahyo

Butuh adaptasi dengan percikan air laut. Kalau belum terbiasa perih
Jakarta (ANTARA) - Tim dayung Indonesia di SEA Games 2019 Filipina memang baru akan bertanding di Cluster Subic, 3-8 Desember, namun persiapan terus dilakukan karena cabang olahraga ini membutuhkan adaptasi cepat dengan lokasi kejuaraan.

Pada SEA Games 2019, dayung akan mempertandingkan empat disiplin perlombaan yaitu kayak, kano dan dan perahu naga (TBR) yang bakal digelar di Malawan Park serta rowing yang dipertandingkan di Triboa Bay Subic.

"Sebelumnya kami sudah mengirimkan tim untuk melihat lokasi perlombaan dan kami langsung mempelajarinya. Yang beda kita latihan di air tawar, di sana main di air laut. Makanya butuh adaptasi dengan percikan air laut. Kalau belum terbiasa perih," kata pelatih perahu naga John Feter Matulessy saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

Secara karakter lokasi pertandingan, pelatih asal Ambon mengatakan jika kondisinya tidak jauh beda dengan Waduk Jatiluhur di mana pelatnas dilakukan. Jadi peluang untuk meraih hasil terbaik di kejuaraan dua tahunan ini cukup terbuka.

"Jatiluhur itu luas dan anginnya kenceng yang bisa bikin ombak. Jadi karakternya sama dengan di Subic yang di laut. Jadi kita sudah cukup terbiasa. Semoga kita bisa meraih yang terbaik," kata pria yang sudah cukup lama bergabung dengan tim dayung Indonesia itu.

Baca juga: Indonesia bawa tujuh medali dari kejuaraan dunia perahu naga

Ditanya soal peluang, pelatih yang kini hijrah ke Jawa Timur itu mengatakan memang cukup terbuka dan peluang tersebut pada nomor-nomor panjang baik di kano, kayak, rowing maupun perahu naga. Hal ini juga dibuktikan pada beberapa kejuaraan internasional dalam setahun terakhir.

"Nomor 500 meter, 1.000 meter. Tapi kami juga akan memaksimalkan nomor-nomor pendek meski persaingan bakal ketat. Thailand, Vietnam maupun tuan rumah pasti akan menjadi lawan berat," kata John Feter menambahkan.

Baca juga: Tim perahu naga Indonesia juara umum Kejuaraan China-ASEAN

Meski sudah siap, tim dayung sempat mengalami kendala yang cukup pelik karena peralatan tanding yang dikirim menggunakan kargo kapal tidak sampai di Filipina. Kepanikan jelas terjadi hingga akhirnya mendapatkan solusi.

"Akhirnya peralatan lain harus dikirim. Kali ini lewat kargo udara dan udah sampai di sana. Justru peralatan ini yang sudah menyatu dengan atlet karena digunakan latihan setiap hari. Jadi karakternya sudah tau," kata mantan atlet dayung nasional itu.

Semua peralatan yang digunakan latihan maupun yang dikirim ke Filipina mayoritas adalah alat yang digunakan pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Baca juga: Tim perahu naga Indonesia raih emas kejuaraan Asia di Fosan

Baca juga: Lepas kontingen SEA Games, Presiden targetkan tembus dua besar


Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tambahan perak dari kelas ringan dayung 4 putra

Komentar