BPPT pelajari sistem propulsi dan pengereman LRT Jabodebek

BPPT pelajari sistem propulsi dan pengereman LRT Jabodebek

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Hammam Riza. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

kita akan membangun sumber daya manusia yang menguasai sistem propulsi kereta api
Depok (ANTARA) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan pihaknya sedang mempelajari sistem propulsi dan pengereman kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek untuk mendorong kemandirian teknologi dalam negeri.

"Kita memang sedang menguasai sistem propulsi kereta api dengan cara teknologi dari reverse engineering sehingga nanti akhirnya kita akan membangun sumber daya manusia yang memang menguasai sistem propulsi kereta api," kata Hammam dalam peninjauan uji coba LRT Jabodebek dari Stasiun Cibubur ke Stasiun Ciracas di Stasiun LRT Cibubur di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis.

Dalam proses kliring teknologi tersebut, Hammam menuturkan pasti ada kerja sama dengan produsen teknologi dari luar untuk mempercepat penguasaan teknologi seperti dengan Jerman, Spanyol, Jepang dan China.

Baca juga: BPPT sudah rampungkan berbagai pengujian untuk LRT Jabodebek

"Itu bukan sesuatu yang haram untuk bekerja sama karena kalau kita ingin menguasai ya kita reverse engineering itulah yang akan kita tempuh," ujarnya.

Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari kereta LRT Jabodebek saat ini masih 42 persen dikarenakan komponen utama kereta yaitu sistem propulsi, train control and management system (TCMS) dan sistem pengereman masih impor. LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi penuh pada Juni 2021.

"Kita itu bisa bikin lompatan teknologi untuk mengejar tidak tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang juga memproduksi LRT walaupun komponen-komponennya masih ada yang sebagian masih diimpor tapi kita yakin bahwa kalau kita diberikan kesempatan kita itu bisa melakukan program," tuturnya.

PT INKA (Persero) membutuhkan banyak penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan penguasaan teknologi kereta sehingga dapat diproduksi di dalam negeri. Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan melalui kerja sama dengan instansi lain dengan dukungan dana dari Kemristek/ BRIN yang berfokus pada peningkatan TKDN seperti pengembangan sistem propulsi, TCMS dan carbody alumunium.

Beberapa industri lokal mempunyai potensi mendukung industri perkeretaapian Indonesia ke depan seperti PT Krakatau Steel yang diharapkan dapat menyuplai material stainless steel, PT Inalum dan PT Alakasa yang dapat menyuplai ekstrusi aluminium sebagai material carbody.

Dari sisi sistem propulsi, PT Pindad dapat menyediakan generator dan motor traksi. Ke depan, desain maskara untuk kereta cepat dapat dikerjakan bersama PT Dirgantara Indonesia.

Baca juga: BPPT inspeksi bodi LRT Jabodebek di Madiun
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah optimis mandiri dalam industri perkeretaapian

Komentar