KKP gaet BRI dorong penyaluran KUR sektor perikanan

KKP gaet BRI dorong penyaluran KUR sektor perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerima audiensi Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto di Kantor KKP, Jakarta, Senin (2/12/2019). ANTARA/HO KKP

Ke depannya, kita akan dorong KUR menjadi fokus kami untuk diperbanyak sejalan dengan perintah Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Menko. Kami berharap hubungan komunikasi antara BRI dan KKP ini terus berjalan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggaet PT Bank BRI untuk mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor kelautan dan perikanan nasional seperti kepada kalangan pembudidaya, nelayan, serta pengolah hasil perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers KKP di Jakarta, Selasa, menawarkan agar BRI dapat menyalurkan kredit mikro pada kelompok nelayan yang membutuhkan.

Ia menerima audiensi Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto beserta jajarannya di Kantor KKP, Jakarta, pada Senin (2/12).

Dalam pertemuan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan juga berharap agar BRI dapat mendorong penyediaan cold storage yang selama ini masih kurang ketersediaanya karena keterbatasan modal.

Tak henti sampai di situ, Edhy mendorong agar BRI juga dapat menyalurkan KUR untuk keluarga nelayan misalnya dengan membangun warung makan.

Dengan begitu, lanjutnya, keluarga nelayan dapat mendapatkan nilai tambah dan penghasilan tambahan dari hasil tangkapan ikan yang dipanennya.

Dalam bidang ruang laut, Edhy menyebut bahwa KKP fokus untuk membangun kawasan wisata ke depannya, salah satunya dengan membangun kampung nelayan di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau.

"Kampung nelayan identik dengan kondisi yang kumuh. Kita mau ubah ini. Kita ingin buat kampung nelayan ini jadi berdaya guna dan mengasilkan nilai tambah untuk mereka," kata Edhy.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga ingin agar ke depannya, kampung nelayan dibangun secara tematik, seperti ada yang untuk pariwisata dan ada yang untuk bidang perekonomian.

Edhy juga menyampaikan bahwa sektor budidaya akan menjadi fokus KKP dalam lima tahun ke depan.

"Kami akan fokus di budidaya karena lapangan pekerjaan banyak terserap di sini. Banyak peluang yang dapat dikembangkan," ujarnya.

Ia menjamin bahwa pasar produk kelautan dan perikanan memiliki potensi yang besar. Bahkan, China telah menawarkan negaranya untuk menjadi pasar tujuan ekspor ikan Indonesia.

Terkait regulasi, ia menekankan bahwa Pemerintah terus berupaya untuk menyederhanakan regulasi guna mendorong pertumbuhan sektor ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa selama ini KKP sendiri memiliki Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) sebagai badan penyalur modal secara internal. Meskipun begitu, badan ini berperan sebagai payung cadangan terhadap KUR.

"Ke depannya, kita akan dorong KUR menjadi fokus kami untuk diperbanyak sejalan dengan perintah Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Menko. Kami berharap hubungan komunikasi antara BRI dan KKP ini terus berjalan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dirut BRI Catur menyambut positif berbagai penjelasan yang disampaikan oleh Menteri Edhy Prabowo dan jajarannya. Ia mengatakan, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi yang besar dan menarik, serta penyaluran kredit kecil dan mikro juga sejalan dengan misi yang dimiliki oleh BRI.

Catur mengatakan, tim BRI akan menindaklanjuti pertemuan ini pekan mendatang agar konsep bisnis penyaluran KUR dapat digarap dengan cepat guna mengoptimalkan pembangunan industri kelautan dan perikanan ke depan.

Baca juga: KUR diharapkan bisa optimalkan potensi perikanan rakyat

Baca juga: Pemerintah siapkan KUR khusus perikanan rakyat


 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

3 kementerian bahas pengelolaan perikanan berkelanjutan

Komentar