Harga CPO di Jambi turun, namun harga TBS sawit naik

Harga CPO di Jambi turun, namun harga TBS sawit naik

Salah satu lokasi penampungan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang ada di Jambi.(ANTARA/Nanang Mairiadi).

TBS juga naik tipis Rp3 dari Rp1.356 menjadi Rp1.359 per kilogram
Jambi (ANTARA) - Harga minyak sawit mentah (CPO) di Provinsi Jambi pada periode 6-12 Desember 2019, mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yakni turun tipis Rp11 dari Rp8.044 menjadi Rp8.033 per kilogram.

"Sedangkan hasil yang ditetapkan tim perumus, untuk harga inti sawit dan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada periode kali ini naik signifikan Rp155 dari Rp4.034 menjadi Rp4.189 per kilogram, sedangkan TBS juga naik tipis Rp3 dari Rp1.356 menjadi Rp1.359 per kilogram," kata Pejabat Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Jambi, Putri Rainun, di Jambi, Sabtu.

Sedangkan untuk harga CPO dan TBS sawit beberapa waktu atau dua periode sebelumnya sempat turun, namun pada periode kali ini terjadi kenaikan berdasarkan hasil keputusan dari kesepakatan tim perumus harga CPO di Jambi bersama para petani, perusahaan perkebunan sawit, serta pihak terkait.

Berikut selengkapnya, harga TBS untuk usia tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp1.359 per kilogram, usia tanam empat tahun Rp1.439 per kilogram, usia tanam lima tahun Rp1.506 per kilogram, usia tanam enam tahun Rp1.570 per kilogram, dan usia tanam tujuh tahun Rp1.610 per kilogram.

Kemudian untuk usia tanam delapan tahun senilai Rp1.643 per kilogram, usia tanam sembilan tahun Rp1.676 per kilogram, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp1.726 per kilogram, usia 21 hingga 24 tahun Rp1.671 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp1.591 per kilogram.

Penetapan harga CPO, TBS, dan inti sawit merupakan kesepakatan tim perumus dalam satu rapat dihadiri para pengusaha, koperasi, dan kelompok tani sawit setempat dan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian dan Peraturan Gubernur.

Baca juga: Kemendag naikkan harga referensi CPO dan biji kakao Desember

Baca juga: Harga minyak melonjak, dipicu peningkatan pemotongan produksi OPEC+





 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertanian dan pariwisata dorong perekonomian Kalsel

Komentar