Tito Karnavian minta Pemda Sumatera Utara kembangkan potensi Nias

Tito Karnavian minta Pemda Sumatera Utara kembangkan potensi Nias

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kanan). (ANTARA/HO/Puspen Kemendagri)

Jangan sampai APBD hanya fokus pada belanja pegawai saja, sedangkan masyarakatnya tidak merasakan apa-apa, ujar Tito
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan pemangku kebijakan di Pulau Nias melakukan penganggaran untuk pengembangan potensi alam, budaya, dan kelautan di sebelah barat Pulau Sumatera itu.

"Kami minta kepada Pemprov Sumut, ini harus masuk dalam anggaran. Jangan sampai APBD hanya fokus pada belanja pegawai saja, sedangkan masyarakatnya tidak merasakan apa-apa," ujar Tito berdasarkan rilis yang diterima di Jakarta, Senin.

Tito juga menekankan kepada pemerintah daerah setempat untuk juga diinisiasi program-program pendidikan dan kesehatan yang dapat menyentuh langsung generasi muda yang ada di Pulau Nias.

Baca juga: Nias Selatan prioritaskan pembangunan Bandara Silambo tahun 2020

"Tolong diperhatikan anak-anak dan pemuda yang akan menjadi potensi bonus demografi untuk diperhatikan pendidikan formal maupun keterampilannya. Kalau buat program untuk pendidikan dan kesehatan, bukan hanya nomenklaturnya saja, tapi betul-betul dirasakan masyarakat," ujar dia.

Dalam kunjungan kerja ke Pulau Nias, Mendagri juga membangkitkan optimisme masyarakat Nias untuk melakukan pembangunan dan menyejahterakan masyarakatnya.

Terlebih, menurut Tito, potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) Pulau Nias cukup mumpuni untuk dikembangkan menjadi sebuah wilayah yang maju.

Baca juga: Permasalahan daerah, Tito: sampaikan secara resmi

"Memang ada suara pesimisme tadi 'kami daerah tertinggal', jujur, saya sedih dengarnya. Masih banyak negara yang terbatas SDA-nya tapi mampu maju dan sejahtera. Apalagi Nias yang SDA dan SDM-nya mumpuni. Tinggal bagaimana mengelola," kata Mendagri.

Setiap kepala daerah, menurut Mendagri, harus memiliki kemampuan kewirausahaan agar bisa menangkap peluang yang ada di wilayah itu dan bisa dikembangkan untuk untuk menangkap sumber daya modal dan mempermudah investasi masuk.

Baca juga: Mendagri sebut Pemda perlu anggaran khusus pencegahan karhutla
​​
Untuk melakukan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat, diperlukan kolaborasi antar seluruh pemangku kebijakan. Oleh karena itu, ia meminta kepada para bupati dan pemangku kebijakan di Pulau Nias mengutamakan sinergi dalam menyatukan visi bersama membangun Nias.

"Saya minta bapak bupati, tokoh masyarakat, bangun komunikasi dan kekompakan, itu modal untuk mempercepat pembangunan. Mohon digenjot di situ. Kami akan siap mendobrak untuk kepentingan Nias," ujar Mendagri.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendagri: Pemda bisa gunakan dana SILPA untuk tangani banjir

Komentar