BMKG: Sultra alami 185 gempa bumi sepanjang 2019

BMKG: Sultra alami 185 gempa bumi sepanjang 2019

Ilustrasi gempa bumi. (DOK. ANTARA)

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari hingga Desember 2019 Stasiun Geofisika Kendari mencatat sebanyak 185 kejadian gempa bumi, dengan 35 kejadian gempa bumi terasa.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda BMKG Kendari, Wa Ode Rizky Uke di Kendari, Kamis, mengatakan untuk titik di wilayah Sulawesi Tenggara yang paling banyak merasakan gempa bumi di tahun 2019 adalah Kota Kendari sebanyak sembilan kejadian.

"Menurut data kami dari periode Januari sampai 5 Desember tahun 2019, bulan Juli kami mencatat kejadian gempa bumi terbanyak yaitu 15 kejadian dengan kekuatan magnitudo lebih kecil dari 3," kata Wa Ode Rizky.

Baca juga: Minggu dini hari, dua gempa guncang Indonesia timur

Baca juga: Getaran gempa di Sulteng dirasakan sebagian daerah di Sultra

Baca juga: Sultra diguncang dua kali gempa tektonik


Sementara untuk tahun 2018, Stasiun Geofisika Kendari mencatat gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tenggara sebanyak 346 kejadian dengan 54 kejadian gempa bumi yang terasa.

"Untuk tahun 2018, periode bulan terbanyak terjadinya gempa bumi adalah pada bulan September sebanyak 57 kejadian, sedang pada tahun 2019 pada bulan Februari sebanyak 23 kejadian," katanya.

Ia mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat agar tenang, jangan panik dan tidak terhasut oleh isu hoaks akan adanya gempa susulan selain dari sumber yang terpercaya.

"Jika terjadi gempa bumi masyarakat diharapkan tenang, jangan panik, dan jangan termakan isu hoaks akan adanya gempa bumi susulan. Sebaiknya masyarakat mengunduh aplikasi di playstore Info BMKG, atau mengunjungi fan page FB kami, Stasiun Geofisika Kendari atau menghubungi nomor whatsapp 08114032225," katanya.*

Baca juga: Gempa tektonik 4,2 SR guncang Buton Utara

Baca juga: BMKG : sultra tidak masuk rawan gempa bumi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyiagakan pasukan menghadapi ancaman bencana alam

Komentar