Tujuh desa pada lima kecamatan di Bekasi rentan rawan pangan

Tujuh desa pada lima kecamatan di Bekasi rentan rawan pangan

Pasar murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat di Kantor Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Setiap dua atau tiga tahun sekali kami memetakan dan mengkaji bagaimana kondisi kerawanan pangan di Kabupaten Bekasi
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar pasar murah di sejumlah desa yang dianggap rentan rawan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi Wahyudi Asmar mengatakan penentuan desa yang menjadi lokasi pasar murah berdasarkan hasil kajian pemetaan wilayah rentan rawan pangan tahun 2017.

"Setiap dua atau tiga tahun sekali kami memetakan dan mengkaji bagaimana kondisi kerawanan pangan di Kabupaten Bekasi. Hasilnya terdapat lima kecamatan dan tujuh desa rentan rawan pangan," katanya di Cikarang, Jawa Barat, Jumat.

Desa-desa tersebut antara lain Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, Desa Karangsegar dan Karang Patri Kecamatan Pebayuran, Desa Sukamurni dan Sukalaksana Kecamatan Sukakarya, Desa Hegarmanah Kecamatan Cikarang Timur, serta Desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu.

Wahyudi menjelaskan ada beberapa aspek atau indikator untuk menentukan wilayah kerentanan dan ketahanan pangan yakni aspek ketersedian pangan dengan indikator rasio warung dan toko terhadap rumah tangga.

Selain itu aspek keterjangkauan pangan dengan indikatornya seperti rasio penduduk dengan status kesejahteraan terendah, rasio rumah tangga tanpa akses listrik, dan indikator desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai.

Terakhir adalah aspek pemanfaatan pangan dengan empat indikator di antaranya rasio anak tidak bersekolah, rasio rumah tangga tanpa akses air bersih, rasio tenaga kesehatan terhadap penduduk, serta rasio rumah tangga tanpa fasilitas tempat buang air besar.

Pada tujuh lokasi pasar murah itu pihaknya menjual ratusan paket sembako kepada masyarakat dengan setengah harga.

"Ini mengantisipasi keterbatasan daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan subsidi bahan pokok," ungkapnya.

Satu paket sembako berisi beras, telur, gula, dan minyak, dengan total Rp110.000, hanya dijual dengan harga Rp50.000.

"Sisa harga senilai Rp60.000 dibayarkan pemerintah daerah melalui subsidi APBD," kata Wahyudi.

Baca juga: Puluhan desa di Bekasi dinyatakan kumuh

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLN periksa 2.020 instalasi rumah terdampak banjir di Jabodetabek

Komentar