Bulu tangkis

Pelatih evaluasi penampilan ganda campuran di BWF World Tour Finals

Pelatih evaluasi penampilan ganda campuran di BWF World Tour Finals

Pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) bersama asisten pelatih ganda campuran PBSI Nova Widianto (kanan) menjadi pendamping bagi pemain tunggal putra Tommy Sugiarto dalam pertandingan perempat final All England 2019 di Birmingham Inggris, Jumat waktu setempat. (Humas PBSI) (Humas PBSI/)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih ganda campuran Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Nova Widianto mengevaluasi penampilan dua ganda campuran pada ajang BWF World Tour Finals 2019 yang digelar di Guangzhou, China pekan lalu.

Dua pasangan campuran yang mewakili Indonesia dalam turnamen berhadiah total mencapai 1.500.000 dolar Amerika Serikat itu, antara lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Baca juga: Kalah di BWF World Tour Finals, Praveen/Melati segera evaluasi diri

"Di BWF World Tour Finals 2019, keduanya bahkan belum berhasil melewati babak penyisihan. Tentunya hasil ini tidak sesuai dengan target awal kami, karena kami berharap setidaknya ada satu wakil yang lolos ke semifinal," kata Nova melalui siaran resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Berdasarkan catatan BWF, Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati yang sama-sama menghuni Grup B itu finis di urutan terbawah.

Baca juga: Praveen/Melati tanpa kemenangan pada BWF Finals 2019

Hafiz/Gloria berada di urutan ketiga dengan catatan dua kali kalah dan satu kali menang. Sedangkan Praveen/Melati berada di posisi keempat setelah menelan tiga kekalahan berturut-turut.

"Harus diakui, penampilan kedua pasangan itu kurang memuaskan di kejuaraan ini. Saya sudah mengantongi beberapa poin yang harus segera dievaluasi oleh mereka, supaya di awal tahun depan, mereka sudah siap menghadapi turnamen selanjutnya," ujar Nova.

Baca juga: Hafiz/Gloria menangi "perang saudara" di penyisihan pertama BWF Finals

Mengenai penampilan Hafiz/Gloria, dia menuturkan masih banyak yang harus diperbaiki, terutama dari segi teknik permainan.

Menurut dia, pasangan rangking sembilan dunia itu seharusnya memiliki lebih banyak variasi pukulan.

"Saya rasa Hafiz/Gloria secara teknik masih banyak yang harus diperbaiki, terutama soal variasi pukulan. Kalau sudah berada di top level, mereka harus punya itu. Apalagi sekarang persaingan semakin ketat jelang Olimpiade 2020," tutur Nova.

Baca juga: Hendra akui belajar sebagai pelatih saat dampingi Tommy

Sementara itu, berkaitan dengan penampilan Praveen/Melati, dia meminta agar mereka meningkatkan fokus dan konsentrasi di lapangan, sehingga permainannya lebih maksimal dan hasilnya juga jauh lebih baik.

"Praveen/Melati harus meningkatkan fokus dan konsentrasi di lapangan. Fokus mereka kelihatan sekali tidak maksimal di kejuaraan ini. Semoga pekerjaan rumah ini bisa segera diselesaikan, karena penghitungan poin menuju Olimpiade terus berjalan," ungkap Nova.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati raih tiket perempat final Indonesia Masters 2020

Komentar