BBPJN VIII minta masyarakat waspadai perlintasan kereta api

BBPJN VIII minta masyarakat waspadai perlintasan kereta api

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Achmad Subki (dua kiri) saat berbicara kepada wartawan, Rabu (18/12/2019). ANTARA/Indra Setiawan/aa.

Sidoarjo (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum meminta kepada masyarakat supaya waspada dan lebih berhati-hati terhadap perlintasan kereta api karena cenderung licin saat musim hujan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Achmad Subki, di Sidoarjo, Rabu mengatakan, pengguna jalan juga disarankan lebih berhati-hati saat melintasi sejumlah ruas jalan nasional yang dilintasi rel kereta api, karena  pada lokasi tersebut saat hujan turun memiliki kecenderungan licin dan rawan terjadinya kecelakaan.

Ia menjelaskan, ruas jalan nasional di Jatim yang dilintasi rel kereta api terdapat di 65 titik, terdiri atas 55 titik perlintasan sebidang dan 10 titik perlintasan tak sebidang.

"Lintasan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya di jalan nasional lintas utara Jatim memiliki 14 lintasan sebidang dan 3 lintasan tidak sebidang," katanya.

Untuk jalan nasional lintas tengah Jatim, kata dia, memiliki 11 lintasan sebidang dan 2 lintasan tidak sebidang, jalan nasional lintas selatan Jatim memiliki 15 lintasan sebidang dan 3 lintasan tidak sebidang dan jalan nasional penghubung lintas provinsi memiliki 15 lintasan sebidang dan 2 lintasan tidak sebidang.

Baca juga: Pengendara sepeda motor nyaris tewas tersambar kereta
Baca juga: Di jalur Sukabumi-Cianjur-Ciranjang ada 62 perlintasan KA tidak resmi


"Pada lintasan sebidang, saat ini hanya delapan lintasan yang kini telah memiliki fly over. Pengguna jalan disarankan lebih berhati-hati saat melintasi titik-titik tersebut," katanya.

Lebih lanjut Subki menerangkan, pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini pengguna jalan juga bisa memanfaatkan sejumlah ruas jalan tol di Jatim yang sebagian besar telah beroperasi.

Dari total panjang jalan tol di Jatim yang direncanakan sepanjang 619,46 kilometer, terdiri atas delapan tol Tran Jawa sepanjang 497,22 kilometer dan empat nontrans Jawa sepanjang 122,24 kilometer. Saat ini sepanjang 403,03 Kilometer jalan tol di Jatim telah beroperasi.

"Untuk jalan tol trans Jawa di Jatim saat ini tinggal menyisakan dua ruas yang masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan, yakni Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172 Kilometer dan Seksi 4 Tol Pasuruan-Probolinggo di SS Leces-SS Gending sepanjang 12,70 Kilometer," katanya.

Baca juga: Gubernur Lampung sosialisasi keselamatan di perlintasan KA
Baca juga: KAI Sumut sosialisasikan tertib lalu lintas di perlintasan kereta api


Sementara, kata dia, jalan tol nontrans Jawa pada ruas Krian-Legundi-Bunder-Manyar sepanjang 38,29 Kilometer, saat ini progres konstruksi pembangunannya hingga periode tanggal 9 Desember telah mencapai 82,49 persen dan pembebasan lahan 99,10 persen.

"Sesuai rencana, target selesai pembangunan jalan tol tersebut, yakni pada akhir Desember 2019," ujarnya.

Ia menambahkan, ruas lain jalan tol nontrans Jawa yang ditargetkan selesai akhir Desember 2019, yakni Seksi V Pakis 2- Malang sepanjang 3,11 Kilometer.

"Hingga periode tanggal 9 Desember 2019 yang sama saat ini progres konstruksinya mencapai 73,03 persen dan pembebasan lahan 96,41 persen. Sebelumnya, pada Seksi VI Pakis 1- Pakis 2 sepanjang 4,75 Kilometer telah dioperasionalkan," ujarnya.

Baca juga: Kemenhub: Pelintasan kereta Bukit Duri kemungkinan pakai "underpass"
Baca juga: Dua anak cari rezeki dengan jaga perlintasan kereta api

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalan nasional Tanah Laut-Tanah Bumbu diperbaiki & diperlebar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar