Petugas bersihkan pohon tumbang akibat puting beliung di Solo

Petugas bersihkan pohon tumbang akibat puting beliung di Solo

Petugas BPBD Kota Surakarta membersihkan sisa pohon tumbang akibat angin puting beliung, Kamis (26/12/2019). ANTARA/Aris Wasita

sejauh ini ada 14 pohon tumbang yang terdata
Solo (ANTARA) - Sejumlah petugas mulai membersihkan sisa dampak dari angin puting beliung yang terjadi di Kota Solo pada Rabu (25/12) siang.

Pantauan di lapangan, di Solo, Kamis, terlihat sebagian pohon maupun dahan yang tumbang di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga kawasan Alun-Alun Lor Keraton Solo mulai rapi. Meski demikian, ada sebagian lagi yang masih menunggu untuk dirapikan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Eko Prajudhy Noor Aly mengatakan angin tersebut tidak hanya mengakibatkan pohon tumbang ke arah jalan tetapi juga menimpa bangunan, di antaranya warung makan, mushola, dan sebagian pagar Alun-Alun Lor.

Baca juga: Sejumlah bangunan rusak tertimpa pohon tumbang di Kediri
Baca juga: Puluhan rumah di Sidoarjo diterjang angin kencang


Khusus di kawasan Alun-Alun Lor, ada sebanyak 14 pohon yang tumbang. Selain itu, ada beberapa pohon besar yang hanya patah di bagian dahan.

"Sejauh ini ada 14 pohon tumbang yang terdata, tetapi dua beringin (ringin kurung) tidak tumbang," katanya.

Selain itu, ada sebanyak tiga warung atau kios yang berada di kawasan Pasar Cendera Mata timur Alun-alun Lor mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Baca juga: Pohon tumbang timpa kabel udara di Grogol Petamburan
Baca juga: Angin kencang, 135 gardu PLN di Palembang terganggu


Sementara itu, Ia menjelaskan, untuk penanganan pohon tumbang tersebut tidak hanya dilakukan oleh BPBD tetapi juga instansi lain seperti Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki armada sampah.

Terkait hal itu, kerabat Keraton Kasunanan Surakarta GRAy Koes Moertiyah memastikan pohon yang tumbang di dalam Alun-alun Lor bukan dua ringin kurung yang bernama Jayandaru dan Dewandaru.

"Pohon-pohon ringin ini ada setelah era orde baru, sebagai simbol partai yang berkuasa pada saat itu," katanya.

Baca juga: Walhi DIY: Harus ada program inventarisasi pohon rawan
Baca juga: Waspadai hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Kubu Raya gelar konsolidasi penanganan dampak La Nina

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar