Berprestasi nasional, guru MAN di Sambas dapat bonus lawatan ke Turki

Berprestasi nasional, guru MAN di Sambas dapat bonus lawatan ke Turki

Rombongan lawatan guru MAN Sambas beserta tim lainnya ke Turki. (FOTO ANTARA/Istimewa)

Bersyukur saya karena mendapat kesempatan tergabung dalam rombongan lawatan ke Turki mulai 26-31 Desember 2019
Pontianak (ANTARA) - Guru berprestasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN)  Insan Cendekia Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sutardi yang belum lama ini berhasil terpilih sebagai juara 1 guru berprestasi nasional 2019 kategori madrasah aliyah mendapat bonus lawatan ke Turki atas prestasi yang diraih tersebut.

"Bersyukur saya karena mendapat kesempatan tergabung dalam rombongan lawatan ke Turki mulai 26-31 Desember 2019," kata Sutardi saat dihubungi di Turki dari Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa program itu sebagai penghargaan, pemberian apresiasi, afirmasi dan mendukung atas prestasi guru dan tenaga kependidikan, sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) yang menyebutkan bahwa ”Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.

Sutardi menjelaskan lawatan itu juga mendapat dukungan bagi peningkatan kompetensi yang berkelanjutan dan untuk pengembangan kapasitas bagi guru dan tenaga kependidikan serta para pengambil kebijakan dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

Dukungan tersebut melalui kegiatan studi pengelolaan manajemen mutu guru lewat program kursus singkat di Turki tersebut.

"Melalui program ini kita dapat belajar dari negara Turki, bagaimana mengelola pendidikan yang berkualitas untuk diadaptasi dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi," kata dia.

Menurutnya, pengalaman terbaik tersebut dapat dijadikan pelajaran berharga dalam berbagai bidang yang terkait dengan pendidikan dan pembinaan guru serta tenaga kependidikan pada Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah.

Rombongan lawatan tersebut terdiri atas 15 orang yang merupakan guru dan tenaga kependidikan berprestasi tahun 2019 dari berbagai kategori seperti kepala RA (raudatul athfal) atau setingkat TK, madrasah ibitidaiyah (MI), MTs, MA, guru RA, MI, MTs, MA, pengawas madrasah, pustakawan, dan laboran.

Kegiatan di Turki akan diisi dengan pertemuan dan dikusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) bersama Wakil Menteri Pendidikan Turki, Mustafa Safran, Direktur Umum Uni Eropa dan Hubungan Luar Negeri Turki, Burcu Eyisoy Dalkiran, Direktur Umum Pendidikan Agama, Nazif Yilmaz, Direktur Umum Pelatihan dan Pengembangan Guru, Adnan Boyaci, serta pejabat Konsulat Jenderal dan Kedubes RI.

Agar dapat melihat langsung pengelolaan pendidikan di Turki, rombongan juga mengunjungi SMA Anadolu Imam Hatip Marmara. Rombongan yang dipimpin oleh Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Ainurrafiq ini juga bertujuan menjajaki potensi penguatan kerja sama antara Indonesia dan Turki di bidang pendidikan serta menyambut peringatan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Turki pada tahun 2020.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syarifendi mengaku bangga ada guru Kalimantan Barat yang mampu menunjukkan prestasi dan berkiprah di tingkat nasional.

"Setelah kembali dari mengikuti program kursus singkat di Turki, diharapkan dapat mendiseminasikan pengalaman terbaik tersebut, mengimplementasikan pengalaman yang diperoleh di masing-masing lembaga dan memberikan masukan yang pada akhirnya dapat memberi dampak positif bagi pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan karir dan kompetensinya sebagai upaya perbaikan mutu pendidikan madrasah", katanya.

Sementara itu, Kepala MAN Insan Cendekia Sambas Mursidin menyatakan akan mendorong guru-guru di sekolah itu untuk berkarya, berinovasi dan melakukan pengembangan diri seluas-luasnya.

“MAN Insan Cendekia Sambas adalah madrasah akademik, maka guru-gurunya juga harus mempunyai wawasan, sikap, dan karya akademik. Karya tulis ilmiah, karya inovasi, kemampuan digital, dan kemampuan bahasa sudah menjadi tuntutan untuk dikuasai guru," katanya.

Ia menambahkan dengan terpilihnya salah satu guru MAN Insan Cendekia Sambas sebagai guru berprestasi tingkat nasional menunjukkan bahwa kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah ini cukup baik.

“Tahun ini MAN Insan Cendekia Sambas kembali mengundang 96 lulusan SMP/MTs untuk bergabung di MAN Insan Cendekia sambas untuk belajar bersama guru-guru terbaik kita,"  demikian Mursidin.

Baca juga: Kemenag beri beasiswa luar negeri bagi lulusan Madrasah Aliyah

Baca juga: Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru tuan rumah pertunjukan seni Indonesia-Australia

Baca juga: Komisi VIII apresiasi Madrasah Aliyah Model Manado

Pewarta: Dedi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tidak ada negosiasi hukum bagi pelaku perdagangan satwa dilindungi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar