Soal intrusi kapal asing, Mahfud: Tunggu perkembangannya

Soal intrusi kapal asing, Mahfud: Tunggu perkembangannya

Menko Polhukam Mahfud MD. ANTARA/Zuhdiar Laeis/aa.

Ya, kan sudah, Menlu (Menteri Luar Negeri) sudah mengajukan protes, ya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD masih menunggu perkembangan respons Pemerintah China atas nota protes yang telah dikirimkan terkait intrusi kapal Coast Guard China ke perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Ya, kan sudah, Menlu (Menteri Luar Negeri) sudah mengajukan protes, ya," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis.

Kemenlu, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, sudah mengirimkan nota diplomatik protes ke Pemerintah China.

Baca juga: Pemerintah didorong segera tuntaskan pengesahan nama Laut Natuna Utara

"Itu ditunggu perkembangannya," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

Sebelumnya, sejumlah video berdurasi pendek menayangkan pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Natuna belakangan ini viral di media sosial.

Kemenlu menginformasikan adanya pelanggaran atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia, termasuk kegiatan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing), dan pelanggaran kedaulatan oleh Penjaga Pantai China di perairan Natuna.

Baca juga: Kepri minta Pusat perketat pengawasan perairan Natuna

Atas pelanggaran tersebut, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar China untuk Indonesia dan menyampaikan protes keras. "Nota diplomatik protes juga telah disampaikan," dikatakan dalam pernyataan tertulis, Senin (30/12).

Dubes China pun telah mencatat sejumlah hal yang telah disampaikan dan akan segera melaporkannya ke Beijing.

Baca juga: Pakar: Indonesia harus hadir secara fisik di ZEE Natuna

Baca juga: China langgar ZEE RI di perairan Natuna, Kemlu panggil Dubes

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah tolak pulangkan 689 WNI teroris

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar