BMKG Denpasar: Puncak musim penghujan Januari-Februari

BMKG Denpasar: Puncak musim penghujan  Januari-Februari

Petugas mengamati alat pengukur penyinaran matahari (Cambell Stokes) di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 3 Denpasar, Bali, Kamis (2/1/2020). BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat di wilayah Bali bagian barat, utara dan selatan serta potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau lebih di sejumlah wilayah perairan Bali. ANTARA/ FIKRI YUSUF

Untuk wilayah Utara Bali peluangnya di bawah 50 persen dan untuk cuaca ekstremnya, itu tertinggi masih ada berpotensi di daerah Rendang, Karangasem dengan intensitas mencapai 70-80 persen.
Denpasar (ANTARA) - Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman menyebutkan prakiraan puncak musim penghujan terjadi pada pertengahan  Januari hingga Februari 2020 karena memasuki masa-masa puncak.

"Pertengahan Januari-Februari pas masuk masa-masa puncak, tapi kita akan terus memantau dan memberikan peringatan dini cuaca ketika akan terjadi hujan sedang atau lebat, angin kencang, dan petir. Agar nantinya masyarakat bisa tahu duluan dan bisa diantisipasi,"kata Iman Faturahman di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan terkait dengan intensitas curah hujan memang untuk di beberapa daerah peluang terjadinya berbeda - beda. Salah satu wilayah yang berpeluang untuk curah hujan di atas 50 meter ada Bali bagian tengah yaitu sekitar 70-90 persen.

"Untuk wilayah Utara Bali peluangnya di bawah 50 persen dan untuk cuaca ekstremnya, itu tertinggi masih ada berpotensi di daerah Rendang, Karangasem dengan intensitas mencapai 70-80 persen," katanya.
Baca juga: Bandara Ngurah Rai lakukan langkah antisipasi musim penghujan

Selain itu, untuk kondisi gelombang laut, Ia mengatakan kalau saat ini masih dalam kondisi normal dan tidak terpengaruh dengan musim hujan. Namun ada prakiraan 4-5 hari ke depan berpotensi fenomena tekanan rendah dari pantai bagian barat Australia.

Ia mengatakan pada di laut barat Australia diperkirakan akan terjadi siklon yang akan berpengaruh terhadap ketinggian gelombang laut karena arah angin yang kencang.

"Karena gelombang laut itu terbentuk dari perbedaan tekanan, dimana semakin tinggi perbedaan antara tekanan di utara dan selatan maka gelombang laut juga akan semakin besar," jelasnya.

Terkait dengan pengaruh dari bagian barat Australia maka wilayah yang akan terpengaruh yaitu sekitar Bali, Nusa Tenggara dan sebagian Jawa Timur.
Baca juga: El Nino netral, BMKG perkirakan 2020 tidak ada anomali cuaca

Kata dia, meskipun jaraknya jauh namun efeknya dapat meluas. Adanya efek angin yang terdistribusi masuknya akan menuju ke semua siklon, sehingga hal ini dapat mendorong menyebabkan terjadinya angin kencang.

"Untuk ketinggian gelombang akan terus kita pantau sampai berapa perkiraannya, karena itu akan dihasilkan dari teman - teman kita yang masih melakukab pengamatan, tapi biasanya diatas dua meter itu sudah tinggi namanya," jelas Iman.

Pihaknya mengimbau agar selama enam hari kedepan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk mewaspadai terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi.

Selain itu, untuk masyarakat terutama yang berada di daerah dengan curah hujan deras seperti Bali bagian tengah harus berhati - hati.

"Utamanya yang memiliki kemiringan curam karena bisa longsor, dan untuk dataran yang sering banjir seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dapat mengantisipasi dengan membersihkan saluran air sebelum memasuki puncak musim hujan," katanya.
Baca juga: Imbauan waspada bencana disebarkan di Kota Mataram masuk penghujan

Ratusan Rumah di Jembrana Bali Terendam Banjir

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar