BPS Babel: Cukai rokok naik picu inflasi

BPS Babel: Cukai rokok naik picu inflasi

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami (Babel.antaranews.com/Aprionis)

"Pada Desember 2019, rokok kretek filter dan putih di urutan ketujuh dan delapan sebagai komoditas penyumbang inflasi di Kota Pangkalpinang," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, di Pangkalpinang, Minggu.
Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan kenaikan cukai rokok yang diberlakukan mulai 1 Januari 2020 dapat memicu peningkatan inflasi di pulau penghasil bijih timah ini.

"Pada Desember 2019, rokok kretek filter dan putih di urutan ketujuh dan delapan sebagai komoditas penyumbang inflasi di Kota Pangkalpinang," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan rokok kretek pada Desember 2019 mengalami inflasi 0,40 persen dan rokok putih inflasi 0,35 persen.

"Pada Desember tahun lalu sebelum naiknya cukai, komoditas rokok ini sebagai penyumbang inflasi," ujarnya lagi.

Menurut dia, kenaikan cukai ini akan berimbas langsung pada harga rokok di masyarakat. Namun belum tentu secara umum dapat menaikkan inflasi, karena masih banyak harga komoditas lainnya yang tidak naik.

"Kita belum bisa menentukan, apakah rokok ini dapat sebagai penyumbang utama inflasi karena belum bisa dihitung sekarang," katanya pula.

Dwi Retno mengatakan Kota Pangkalpinang pada 2019 (Januari-Desember) telah terjadi inflasi 2,62 persen, atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya inflasi sebesar 3,18 persen.

Dilihat dari besarnya andil/sumbangan inflasi selama 2019, seluruh kelompok pengeluaran memberikan sumbangan/andil inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,12 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,59 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,19 persen, sandang sebesar 0,16 persen, kesehatan sebesar 0,07 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,25 persen, transpor, komunikasi,dan jasa keuangan 0,24 persen.

"Beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi dominan selama 2019 di antaranya adalah bawang merah, cumi-cumi, angkutan udara, tarif sekolah menengah pertama, cabai merah, rokok kretek filter, bawang putih, cabai rawit, ikan bakar, dan ikan tenggiri," katanya lagi.

Pewarta: Aprionis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cukai rokok naik 23% mulai 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar