Presiden Irak desak Iran agar menahan diri demi stabilitas kawasan

Presiden Irak desak Iran agar menahan diri demi stabilitas kawasan

Presiden Irak Barham Salih, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour dan Presiden Lebanon Michel Aoun berpose untuk foto bersama dengan pemimpin negara Arab, menjelang KTT Arab ke-30 di Tunis, Tunisia, Minggu (31/3/2019). (REUTERS/ZOUBEIR SOUISSI)

Presiden menekankan pentingnya pengendalian diri serta kebijaksanaan di masa-masa genting guna menahan krisis saat ini, melindungi keamanan dan stabilitas kawasan, kedaulatan negaranya, dan mengusir momok perang dan juga kekerasan
Baghdad (ANTARA) - Presiden Irak Barham Salih pada Minggu menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Iran Hassan Rouhani atas tewasnya pemimpin Pasukan Quds Qassem Soleimani.

Pihaknya juga mendesak Iran agar menahan diri, menurut pernyataan kantornya.

"Presiden menekankan pentingnya pengendalian diri serta kebijaksanaan di masa-masa genting guna menahan krisis saat ini, melindungi keamanan dan stabilitas kawasan, kedaulatan negaranya, dan mengusir momok perang dan juga kekerasan," demikian kantornya melalui telepon.

Baca juga: PM Irak tetapkan hari berkabung nasional bagi Qassem Soleimani

Soleimani merupakan komandan Pengawal Revolusi Iran di luar negeri. Sebagai kepala Pasukan Quds, jenderal berusia 62 tahun itu menjadi ahli strategi dalam upaya menyebarkan pengaruh Iran di Timur Tengah melalui milisi proksi.

Soleimani tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Baghdad.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Irak kecam pembunuhan jenderal Iran oleh AS

Baca juga: Puluhan pekerja minyak AS siap tinggalkan Irak pascaserangan udara

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Iran tidak ingin ada perang di kawasan Timur Tengah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar