SGS optimalkan akses tol untuk dongkrak kunjungan

SGS optimalkan akses tol untuk dongkrak kunjungan

Ilustrasi - Kesibukan di Pasar Gede Solo. Pasar tradisional juga akan menjadi salah satu peserta pelaksanaan SGS 2020. (Foto: ANTARA/Aris Wasita)

Salah satu pertimbangan kami adalah tingginya minat masyarakat untuk berbelanja atau menikmati kuliner di Kota Solo. Apalagi dengan menggunakan jalan tol, akses ke Solo menjadi lebih cepat dan lebih mudah
Solo (ANTARA) - Panitia "Solo Great Sale" (SGS) 2020 akan mengoptimalkan akses tol untuk mendongkrak kunjungan dari berbagai daerah ke kegiatan tersebut.

"Terutama untuk daerah-daerah yang dilintasi tol, seperti Ngawi, Madiun, Surabaya, dan Semarang," kata Wakil Ketua Panitia SGS 2020 David R Wijaya di Solo, Kamis.

Menurut dia, adanya tol membuat masyarakat akan lebih mudah mengakses Solo dengan waktu yang lebih singkat tanpa harus menginap. Oleh karena itu, pihaknya akan lebih mengoptimalkan promosi di kota-kota tersebut.

"Salah satu pertimbangan kami adalah tingginya minat masyarakat untuk berbelanja atau menikmati kuliner di Kota Solo. Apalagi dengan menggunakan jalan tol, akses ke Solo menjadi lebih cepat dan lebih mudah," katanya.

Meski belum dapat menargetkan jumlah pengunjung selama satu bulan pelaksanaan SGS, dikatakannya, untuk jumlah tenant diharapkan bisa sampai 7.000 tenant.

Sebagai persiapan lain, pihaknya menyediakan sistem yang bisa digunakan tenant untuk mendaftar sendiri sebagai peserta sehingga mengurangi beban kerja panitia.

Sebagaimana diketahui, beberapa peserta yang akan mengikuti SGS sama seperti tahun lalu, di antaranya tenant di pusat perbelanjaan modern hingga pasar tradisional.

"Sistem lain yang kami siapkan adalah kode QR, tujuannya untuk mempermudah pelanggan atau konsumen berbelanja sehingga panitia tidak perlu lagi mencetak kartu belanja yang jumlahnya ribuan," katanya.

Ia mengatakan bagi konsumen yang berbelanja cukup menggunakan kode QR yang bisa diunduh di aplikasi ponsel yang telah disediakan panitia. Untuk penyediaan QR, pihaknya berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan bank-bank umum pendukung penyedia merchant.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta Abdullah Soewarno mengatakan seluruh hotel berbintang yang ada di Kota Solo akan mengikuti pelaksanaan SGS yang dimulai pada 1 Februari tersebut.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada para pengelola hotel, Pemkot Surakarta juga akan memberikan keringanan pajak hingga 30 persen bagi hotel-hotel peserta great sale," katanya.

Baca juga: Ada BUMN-UKM Great Sale di Solo

Baca juga: 84 relawan diterjunkan pada "Solo Great Sale"

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkop dan UKM sebut Solo Great Sale gairahkan perdagangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar