Perpisahan Fiersa Besari ditutup manis lewat "Konser Menuju Istirahat"

Perpisahan Fiersa Besari ditutup manis lewat "Konser Menuju Istirahat"

Penyanyi Fiersa Besari saat tampil dalam "Konser Menuju Istirahat" di Annex Building, Jakarta, Sabtu (11/1/2020) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Saya mau cuti tahun ini. Terima kasih kawan-kawan semua, jangan lupa untuk menabung hati di celengan rindu
Jakarta (ANTARA) - Fiersa Besari ingin membuat kenangan manis untuk para penggemarnya dengan menghadirkan "Konser Menuju Istirahat" di Annex Building, Jakarta hari ini, dia pun membuka penampilannya dengan melantunkan "Juara Kedua".

Fiersa yang memiliki banyak penggemar ini, langsung disambut dengan antusias saat memulai petikan gitarnya. Tanpa diminta, penonton pun langsung ikut bernyanyi.

"Halo, jadi biasanya kalau nonton Fiersa kan berdiri ya, tapi sengaja malam ini dibikin duduk. Ada banyak lagu yang biasanya enggak dibawain, akan dibawain malam ini dan lagu-lagu ini emang enaknya didengerin sambil duduk," kata Fiersa menyapa penonton.

Fiersa yang dikenal dengan lagu-lagu cintanya, cukup banyak membawakan tembang-tembang galau. Semakin galau musik yang dimainkannya, penonton pun makin terlihat senang.

Baca juga: Alasan Fiersa Besari vakum dari panggung hiburan

"Lagu itu dulu galau banget, hidup saya dulu galau terus kayaknya. Tapi sekarang udah enggak galau lagi, enggak apa-apa lah ya galau yang penting jadi royalti," ujar Fiersa usai menyanyikan "Aku Tanpamu".

Pria yang telah menghasilkan lima novel ini, memenuhi janjinya dengan membawakan lagu-lagu yang jarang dinyanyikan secara live seperti "Rumah", "Sepasang Pendaki", "Cerita Panjang di Hidup yang Singkat", "Edelweisse", "Samar" hingga "Bukan Lagu Valentine".

"Ternyata pada hafal ya," katanya.
 
Penyanyi Fiersa Besari saat tampil dalam "Konser Menuju Istirahat" di Annex Building, Jakarta, Sabtu (11/1/2020) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)


Dalam konser ini, Fiersa juga menceritakan kisah tentang lagu-lagu ciptaannya seperti "April", "Nadir", "Garis Terdepan", "Belum Punah" dan "Lembayung".

Semakin malam, Fiersa membawakan lagu yang bertambah galau. Namun, penggemarnya sangat menikmati dan semakin kencang bernyanyi.

"Kalian kalau lagunya sedih-sedihan kok seneng banget ya," ujar pemilik novel "Konspirasi Alam Semesta" itu.

Baca juga: Rehat, Fiersa Besari ingin taklukkan 33 gunung
Baca juga: Gelar konser perpisahan, Fiersa Besari janji beri kenangan


Untuk lagu "Waktu yang Salah", Fiersa berkolaborasi dengan Thanri Sundari, yang merupakan teman kolaborasi Fiersa pada versi asli lagu tersebut.

"Pelukku untuk Pelikmu" dan "Celengan Rindu" menjadi dua lagu pamungkas untuk "Konser Menuju Istirahat". Lagu tersebut pun menjadi penutup yang manis untuk dikenang oleh Fiersa dan juga penggemarnya.

"Saya mau cuti tahun ini, ketika saya memejamkan mata, saya yakin bayangan kalian yang akan selalu saya kenang. Terima kasih kawan-kawan semua, jangan lupa untuk menabung hati di celengan rindu," katanya.

Baca juga: Fiersa Besari anggap gunung sebagai rumah

Baca juga: Fiersa Besari rehat manggung tahun depan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar