Rupiah diprediksi konsolidasi jelang kesepakatan AS-China

Rupiah diprediksi konsolidasi jelang kesepakatan AS-China

Uang rupiah dan dolar AS. ANTARA/Shutterstocks/pri.

Rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.700 per dolar AS
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu diprediksi konsolidasi menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China.

Pada pukul 09.21 WIB, rupiah bergerak melemah 30 poin atau 0,22 persen menjadi Rp13.710 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.680 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah jelang rilis data neraca perdagangan

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan, menjelang penandatanganan kesepakatan, sebagian harga instrumen berkonsolidasi, mungkin juga rupiah terhadap dolar AS.

"Konsolidasi bisa diartikan tidak terlalu menguat," ujar Ariston.

Kekhawatiran muncul setelah Menteri Keuangan AS semalam mengatakan tarif impor China tak akan dihapus hingga fase kedua disepakati dan kesepakatan fase kedua mungkin terjadi setelah pemilu AS.

Selain itu, rilis data neraca perdagangan Indonesia hari ini juga bisa menjadi faktor penggerak rupiah.

*Konsensus defisit 470 juta dolar. Rilis defisit yang lebih besar dari konsensus bisa menahan penguatan rupiah," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp13.600 per dolar AS hingga Rp13.700 per dolar AS.

Baca juga: Yuan menguat 109 poin menjadi 6,8845 terhadap dolar AS
Baca juga: Dolar di sekitar garis 110 yen pada awal perdagangan di Tokyo

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur BI sebut penguatan rupiah berdampak positif

Komentar