Anti Hoax

Foto-foto pasukan AS yang terluka viral, benarkah akibat perlawanan Iran?

Foto-foto pasukan AS yang terluka viral, benarkah akibat perlawanan Iran?

Seorang pria berjalan di depan spanduk pesan anti-Amerika di Teheran, Iran, Minggu (7/7/2019). (West Asia News Agency via REUTERS/djo/AWW)

Jakarta (ANTARA/JACX) - Perseteruan negara Amerika Serikat dan Iran menarik perhatian dunia pada beberapa pekan terakhir. Begitupula perhatian warganet di media sosial terkait foto-foto tentara AS yang terluka.

Salah satu akun media sosial Facebook mengunggah foto-foto itu pada 8 Januari 2020 sembari memberikan narasi sebagai berikut: "hasil buruan singa iran kepada serigala2 AS. sebaiknya trump pesan lebih banyak peti mati".

Di tengah-tengah foto terdapat potongan akun Facebook dengan nama "Live Iraq News".

Foto pertama yang diunggah di media sosial itu menunjukkan seorang tentara mendapat penanganan di dalam sebuah ruangan. Sedangkan foto kedua adalah seorang tentara yang terluka dan ditandu ke kendaraan medis. 

Namun, benarkah mereka adalah tentara-tentara Amerika Serikat yang terluka akibat serangan pasukan Iran?
 
Tangkapan layar akun Facebook yang mengatakan tentara Amerika terluka akibat serangan dari pasukan Iran (Facebook)


Penjelasan:

ANTARA melakukan pencarian akun "Live Iraq News" di Facebook. Tapi, tidak terdapat satu pun akun dengan nama dan logo sebagaimana terpampang pada foto-foto itu.

Selain akun itu, ANTARA juga melakukan penelusuran terhadap foto-foto tersebut. Foto pertama yang menampilkan seorang tentara yang sedang mendapatkan penangan medis di sebuah ruangan adalah foto pada 18 Deseber 2007 oleh Russell Lee Kika.

Foto itu merupakan simulasi penangan cedera yang diikuti oleh para prajurit Angkatan Darat AS dari Tim Tempur Brigade Infanteri ke-76 pada 18 Desember 2007 di Camp Atterbury Joint Manuver Training Center di Edinburgh.

Kursus itu mengajarkan pertolongan pertama yang canggih dan prosedur penyelamatan nyawa seperti mengendalikan pendarahan, melakukan resusitasi kardiopulmoner, memasukkan kembali cairan ke dalam tubuh, hingga menstabilkan korban hingga petugas medis tiba.

Foto tersebut juga pernah digunakan oleh media Ceko bernama VTM sebagai ilustrasi dengan judul artikel "Jak zachraovat ivoty na bojišti? Zpomalením biologického asu!" (Orang Amerika sedang mengerjakan proyek untuk memanipulasi waktu yang dimiliki para pekerja medis di medan perang untuk menyelamatkan nyawa tentara). Foto itu dipublikasikan pada 7 Maret 2018.
 
Para prajurit Angkatan Darat AS dari Tim Tempur Brigade Infanteri ke-76 melakukan kursus pertolongan pertama penanganan cedera di Camp Atterbury Joint Manuver Training Center di Edinburgh, pada 18 Desember 2007. (Staff Sgt. Russell Lee Klika, U.S. Army)


Kemudian, foto kedua yang memperlihatkan seorang tentara ditandu ke dalam mobil medis, merupakan foto Marco Di Lauro yang dipublikasikan oleh Getty Images.

Foto itu adalah fot Tim Tanggap Darurat Medis Angkatan Darat Britania Raya, Inggris, membawa seorang tentara nasional Afghanistan Sersan Quem Abdulh ke dalam sebuah ambulan pada 11 Juni 2007. Foto itu diambil di Provinsi Helmand, Afghanistan. 

Foto itu pernah digunakan media The Telegraph sebagai ilustrasi untuk berita "Former chair of Armed Forces compensation tribunals backs Justice for Wounded campaign" pada 17 Agustus 2009. 
 
Tim Tanggap Darurat Medis Angkatan Darat Britania Raya, UK membawa Tentara Nasional Afghanistan Sersan Quem Abdulh ke dalam sebuah ambulan pada 11 Juni 2007. Foto itu diambil di Provinsi Helmand, Afghanistan. (Getty Image/Marco di Lauro)


Klaim : Foto-foto pasukan AS yang terluka viral akibat perlawanan Iran
Rating : Salah/Disinformasi

Baca Juga: Ulama Sadr: Krisis Irak sudah berakhir

Baca Juga: AS-Iran memanas, Menko Airlangga ingatkan potensi harga minyak naik

Baca Juga: Menlu Turki ke Irak untuk turunkan ketegangan pascaserangan Iran

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya Indonesia hentikan perang AS - Iran

Komentar