Jakarta (ANTARA News) - Kalau ada hal yang paling ditakuti rocker Iwan Xaverius saat ini, jawabannya mungkin mengubah image diri yang dapat membuat penggemar maupun rekan sesama musisi menjadi bingung atau bahkan tertawa geli.

"Saya ini musisi rock.Kalau saya muncul dengan musik pop, dunia mungkin akan tertawa," kata mantan pemain bas Jet Liar dan Edane tersebut.

Iwan mengatakan hal itu di sela mini konser band barunya yang diberi nama IX`s, diambil dari inisial namanya, di Pisa Cafe Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.

Konser itu sendiri bagian dari acara peluncuran album debut IX yang dijuduli "soul a live", berisi 12 lagu termasuk beberapa nomor yang diandalkan meraih hits seperti Garis Masa Depan, Dunia Terindah, dan Astuti (tribute to Gito Rollies), dan Soul Alive.

Menurut Iwan, musik rock sudah digelutinya selama lebih dari 20 tahun, sejak bersama Jet Liar kemudian bergabung dengan Edane selama 12 tahun, hingga sekarang ia mendirikan band baru bersama Atev (vokal), Fail (gitar) dan Allen (dram).

"Di band yang sekarang ini pun masih nge-rock," ujarnya sambil tertawa lebar.

Kendati menggunakan inisial namanya, Iwan mengatakan bahwa usul penamaan band justru muncul dari Fail.



"Kompromi pasar"

Menyebut modern rock sebagai genre musik yang diusung, IX`s band tampaknya sadar betul pada kemauan pasar musik di Tanah Air yang hingga sekarang tetap didominasi pebikmat musik pop.

Karena itu, beberapa lagu di dalam album "soul a live" diberi sentuhan pop yang cukup kuat.

Lagu Dunia Terindah, misalnya, dikemas dengan komposisi chord sederhana (tiga jurus) dalam birama 4/4 bertempo sedang, kecuali efek suara gitar yang tetap menggunakan distorsi khas musik heavy metal.

Demikian pula halnya lagu Astuti yang sarat unsur rock `n` roll dibuat dalam irama slow beat.

"Kalau Dunia Terindah memang Iwan yang menginginkannya dalam tempo sedang. Kalau Astuti itu saya yang meminta dibuat seperti itu," kata Ayunisa dari Label JS-MUSIX Entertainment yang menaungi IX`s band.

Menurut Mbak Ayu, panggilan akrabnya, langkah berkompromi dengan pasar memang dilakukan tetapi tidak sampai mengubah image IX`s sebagai band rock.

"Bagaimanapun juga pasar musik jenis ini tetap ada, terutama sekali di Surabaya, Malang, Bali, Medan, Makassar, dan Jakarta," katanya.

Sekarang ini, IX`s sudah menyiapkan video klip Garis Masa Depan sebagai upaya memperkenalkan band baru Iwan Xaverius.

Lirik lagu itu sendiri berbicara tentang optimisme yang harus dimiliki setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang sulit di masa datang. (*)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2008