NTT siagakan 4.665 relawan tangguh bencana hadapi cuaca buruk

NTT siagakan 4.665 relawan tangguh bencana hadapi cuaca buruk

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Nusa Tenggara, Thomas Bangke. (Antara/ Benny Jahang)

BPBD NTT juga memiliki tim kaji cepat yang selalu dalam kondisi siaga untuk memberikan berbagai informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan yang terjadi di NTT
Kupang (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Nusa Tenggara, Thomas Bangke menyebutkan sebanyak 4.665 relawan tangguh bencana di daderah itu kini dalam kondisi siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam selama provinsi kepulauan ini dilanda cuaca buruk.

"Kami memiliki ribuan relawan tangguh bencana yang sudah dalam kondisi siaga untuk dilibatkan dalam upaya penanggulangan bencana seperti melakukan evakuasi dan membantu masyarakat yang terdampak bencana apabila terjadi bencana alam di daderah ini," kata Thomas Bangke ketika dihubungi di Kupang, Senin, terkait peran masyarakat NTT dalam upaya penanggulangan bencana alam.

Ia mengatakan 4.665 orang relawan tangguh bencana itu tersebar di 22 kabupaten/kota dan telah memiliki kemampuan tentang upaya penanggulangan bencana alam.

"Para relawan tangguh bencana itu merupakan masyarakat setempat yang telah dilatih BPBD tentang penanggulangan bencana. Para relawan bencana itu memiliki kemampuan dan paham tentang mitigasi bencana ," katanya.

Baca juga: BPBD dorong pemda di NTT tanam pohon sukun dan aren
Baca juga: Angin kencang di Sumba Timur akibatkan belasan rumah rusak


Selain menyiagakan 4.665 orang relawan tangguh bencana, BPBD NTT juga telah memasang 3.267 rambu peringatan dini dan tanda jalur evaluasi di daerah-daerah rawan bencana di NTT.

"Pemasangan rambu-rambu itu sebagai peringatan dini terhadap masyarakat tentang daerah rawan bencana untuk memudahkan masyarakat melakukan evakuasi apabila terjadi bencana. Apabila ada rambu-rambu jalur evakuasi maka memudahkan masyarakat menyelamatkan diri hingga ke lokasi titik berkumpul," kata Thomas Bangke.

Ia mengatakan BPBD NTT juga telah membentuk posko siaga bencana selama 1 X 24 jam dalam mengantisipasi adanya peristiwa bencana alam selama daerah ini dilanda cuaca buruk.

"BPBD NTT juga memiliki tim kaji cepat yang selalu dalam kondisi siaga untuk memberikan berbagai informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan yang terjadi di NTT," tegasnya.
 
Seorang personil TNI bersama sejumlah anak sedang menyaksikan titik api di Molo Selatan, Kabupaten TTS, Senin, (9/8). (ANTARA/BPBD NTT)

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNPB tingkatkan koordinasi relawan Merapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar