Puluhan ribu anggota pramuka hijaukan mata air di Flores Timur

Puluhan ribu anggota pramuka hijaukan mata air di Flores Timur

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli. (ANTARA/Bernadus Tokan)

ikut menjaga debit air di semua mata air, pantai agar terhindar dari abrasi
Kupang (ANTARA) - Lebih dari 20 ribu anggota pramuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan turun ke pelosok-pelosok daerah itu, untuk menghijaukan seluruh mata air di wilayah paling Timur Pulau Flores itu.

Selain sumber mata air, anggota pramuka ini juga akan menghijaukan kembali Gunung Ile Mandiri yang terbakar beberapa waktu lalu serta bukit-bukit gundul yang ada di Pulau Solor, kata Ketua Pramuka Flores Timur, Agustinus Payong Boli, Senin.

Agustinus Boli yang juga Wakil Bupati Flores Timur mengemukakan hal itu, ketika menghubungi ANTARA dari Flores Timur, untuk menyampaikan rencana pramuka di daerah itu untuk menanam tanaman pada seluruh daerah mata air di wilayah itu.

"Kami baru selesai rapat dan bersepakat bahwa, rencana penanaman serentak akan dilakukan pada 22 Januari 2020 pukul 10.00 WITA, di seluruh daerah mata air di Flores Timur, Gunung Ile Mandiri dan bukit-bukit gundul di Pulau Solor," katanya.

Baca juga: Polisi selidiki penyebab karhutla Gunung Ile Mandiri di Larantuka

Ia mengatakan, anakan yang akan di tanam adalah anak beringin lima ribu lebih pohon dan tiga ribu lebih pohon bambu.

Agustinus Payong Boli menambahkan, penanaman pohon ini menjadi bagian dari misi pramuka Kabupaten Flores Timur.

"Tugas pramuka adalah ikut menjaga debit air di semua mata air, juga menjaga pantai agar terhindar dari abrasi dengan cara menanam pohon bakau dan terumbu karang buatan," katanya.

Ia mengatakan, pramuka hadir untuk menggerakkan semua elemen di Flores Timur, untuk menjaga debit mata air karena di perkirakan lima sampai sepuluh tahun ke depan sumber air di Flores Timur bisa mengering dan Flores Timur alami kesulitan besar.

"Saya berupaya membawa pramuka Flores Timur menjadi cahaya yang menerangi masyarakat dengan tindakan-tindakan kecil, tapi berdampak besar. Pramuka tidak zamannya lagi hanya bisa apel dan kemah," kata Agus Boli.

Baca juga: Menhut minta Pramuka pahami ancaman sektor kehutanan

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar