BEI hentikan sementara perdagangan efek lima emiten

BEI hentikan sementara perdagangan efek lima emiten

Dokumentasi - Pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

Penghentian dilakukan pada seluruh pasar sejak sesi I Perdagangan Efek pada Kamis, 23 Januari 2020
Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar modal di Indonesia, memutuskan penghentian sementara perdagangan efek lima emiten.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, lima perusahaan tercatat tersebut adalah PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM dan TRAM-W) di mana perdagangan efek ketiganya aktif sebelum suspensi.

Baca juga: Jaga pasar dari aksi "goreng" saham


Sementara itu, dua emiten lainnya yaitu PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) yang disuspensi di seluruh pasar sejak Mei 2019 dan PT Hanson Internasional Tbk (MYRX dan MRX-P) yang disuspensi di seluruh pasar sejak 16 Januari 2020.

Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, penghentian tersebut dilakukan dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, serta merujuk pada surat yang dikeluarkan OJK No. SR-11/PM.21/2020 tanggal 22 Januari 2020 perihal Perintah Penghentian Sementara Perdagangan Efek.

Baca juga: Kejagung periksa saksi dari BEI terkait saham yang dibeli Jiwasraya


"Penghentian dilakukan pada seluruh pasar sejak sesi I Perdagangan Efek hari Kamis, 23 Januari 2020 hingga pengumuman bursa lebih lanjut," ujarnya.

Pembukaan suspensi atas efek-efek di atas, hanya dapat dipertimbangkan apabila perusahaan tercatat telah memenuhi kewajiban kepada BEI dan pihak OJK telah memerintahkan pembukaan suspensi atas efek-efek dimaksud.

Baca juga: BEI tegaskan akan terus tindak "saham gorengan" sesuai aturan
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar