Kemendikbud harapkan SMM PTN-Barat berikan kesempatan siswa masuk PTN

Kemendikbud harapkan SMM PTN-Barat berikan kesempatan siswa masuk PTN

Peluncuran Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat di Jakarta, Jumat (24/1/2020). ANTARA/HO-Humas Kemendikbud

Tahun kemarin kita agak terlambat untuk memulai di bulan Maret, jadi kurang tersampaikan ke masyarakat, melalui evaluasi tersebut, sekarang kita mulai lebih awal
Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam berharap Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat (SMM PTN-Barat) memberikan kesempatan siswa untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

"Melalui program SMM PTN-Barat 2020 ini dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk bisa masuk PTN. SMM PTN ini memiliki kuota sebanyak 30 persen dari total mahasiswa yang diterima melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru," ujar dia di Jakarta, Sabtu.

Jumlah tersebut juga bisa bertambah apabila terdapat kekurangan dari jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN.

“Kami targetkan bisa menjaring 50.000 siswa. Ini meningkat dari tahun sebelumnya yang kita targetkan sebanyak 30.000 siswa," jelas dia.

Dia berharap, melalui program itu membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang belum berhasil masuk PTN melalui jalur seleksi SNMPTN dan SBMPTN.

Baca juga: Ini yang berbeda dari penerimaan mahasiswa baru 2020

Pada dasarnya, SMM PTN-Barat merupakan jalur seleksi mandiri oleh masing-masing PTN yang teknis pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama.

Nantinya, seleksi akan didasarkan pada hasil ujian tulis dalam bentuk cetak (UTBC) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa yang dilakukan bersama di bawah koordinasi panitia SMM PTN-Barat 2020.

Ketua Panitia SMM PTN-Barat 2020 Prof Samsul Rizal, menjelaskan tahapan pelaksanaan SMM PTN-Barat akan dimulai dari peluncuran dan sosialisasi pada Januari, sedangkan pembelian nomor pin ujian akan dilakukan pada 2-10 Juni 2020.

“Tahun kemarin kita agak terlambat untuk memulai di bulan Maret, jadi kurang tersampaikan ke masyarakat, melalui evaluasi tersebut, sekarang kita mulai lebih awal," katanya.

Untuk mengantisipasi kecurangan dengan penggunaan joki selama ujian, panitia SMM PTN-Barat mengaku telah menyiapkan skema melalui pengacakan nomor pin ujian dan perbandingan tertentu antara jumlah peserta dan pengawas ujian.

Selain itu, soal ujian yang diberikan juga akan berstandar SNMPTN karena dibuat oleh tim dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

SMM PTN-Barat merupakan program yang diselenggarakan setiap tahun, sejak 2016 dan mendapatkan tambahan tiga PTN yang baru bergabung dengan BKS PTN Wilayah Barat pada 2020.

Baca juga: LTMPT: UTBK belum pasti diselenggarakan lagi tahun ini
Baca juga: Peserta SBMPTN capai 714.652 orang

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar