Tips sukses mendirikan restoran ala Chef Juna

Tips sukses mendirikan restoran ala Chef Juna

Chef Juna Rorimpandey saat demo memasak dalam rangkaian acara promosi kuliner Indonesia di Parkview Hotel, Brunei Darussalam, pada 9 Desember 2018. (ANTARA/HO/KBRI Bandar Seri Begawan/Twitter)

Jakarta (ANTARA) - Junior Rorimpandey atau dikenal sebagai Chef Juna mengatakan, kunci sukses mendirikan restoran terletak pada riset terhadap makanan dan minuman yang digemari masyarakat.

"Ini juga yang mendasari saya untuk membuka restoran ramen karena mayoritas masyarakat di Jabodetabek penggemar mi," kata Chef Juna dalam pembukaan restoran Go! Go! Ramen miliknya di Transpark Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (25/1).

Mantan juri MasterChef Indonesia ini mengatakan pentingnya melihat radius layanan restoran serupa untuk memastikan resep yang disajikan lebih unik serta diminati masyarakat.

Menurut Juna, seorang chef handal akan melakukan survei dalam radius lima mil untuk menghitung berapa jumlah restoran yang menyajikan menu serupa. Lantas tinggal dihitung potensi konsumen yang dapat digaet.

"Tentunya dengan memperhitungkan jumlah pesaing," kata dia.

Baca juga: Tips chef Juna untuk pemasak pemula

Juna yang juga dikenal dengan keahliannya dalam masakan Italia dan Jepang menyatakan, setelah dilakukan survei barulah dipersiapkan resep khusus sehingga menu yang disajikan tidak serupa.

"Sebagai contoh untuk ramen, masakan khas Jepang ini keunggulan restoran satu dengan lainnya terletak dari kaldu yang memiliki kekhasan masing-masing, maka ini yang menjadi nilai jual," ujar dia.

Pemilihan lokasi, menurut Juna, juga sangat penting. Pengusaha harus memastikan restoran yang akan dibuka tersebut sudah sesuai dengan momentum acara yang ada di mall tersebut.

"Peran teknologi digital juga sangat penting apakah pembayaran memanfaatkan QR Code, kemudian juga melalui jasa antar online bisa menjadi pilihan," kata Juna.

Baca juga: Resep udang sambal bawang goreng ala chef Juna
Baca juga: Resep ayam woku ala chef Juna


Juna membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk melakukan riset terhadap menu-menu yang disajikan. Nantinya selama masa itu (tiga bulan) bumbu-bumbu akan dibongkar-pasang sampai menemukan rasa yang cocok.

"Penting juga untuk memastikan menu yang disajikan itu sudah sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia sebagai pasar utama," kata Juna.

Juna juga memastikan sasaran dari konsumen. Kalau memang ditujukan bagi masyarakat di Indonesia maka jaminan sertifikat halal menjadi hal yang sangat penting.
Baca juga: Banyuwangi ajak Chef Juna promosikan pecel pitik
 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pertama kali Indonesia pamerkan kuliner dan budaya di Makau

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar