Gubernur nyatakan mahasiswa Jawa Timur di Wuhan aman

Gubernur nyatakan mahasiswa Jawa Timur di Wuhan aman

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) meninjau kesiapan petugas dan alat pendeteksi suhu tubuh yang dipasang di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/1/2020), guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang telah menimbulkan wabah di Kota Wuhan, China. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama.

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa mahasiswa Jawa Timur yang sedang belajar di Central China Normal University di Kota Wuhan, China, dalam keadaan aman, tidak terinfeksi virus corona yang sedang mewabah di kota tersebut.

"Seluruh mahasiswa asal Indonesia, termasuk dari Jatim, berada di asrama. Mereka dalam kondisi aman meskipun untuk saat ini mereka belum bisa meninggalkan Wuhan karena transportasi dari dan ke Wuhan ditutup untuk sementara waktu," katanya di Surabaya, Senin pagi.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan surat resmi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan ada delapan mahasiswa program strata satu dan empat mahasiswa program strata dua asal Jawa Timur di antara 93 mahasiswa dan warga negara Indonesia yang berada di Wuhan.

KBRI Beijing, ia melanjutkan, memantau kondisi seluruh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang berada di Kota Wuhan.

PPI Tiongkok Cabang Wuhan juga terus berkoordinasi dengan KBRI dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri.

Menurut surat PPI yang diterima Gubernur Jawa Timur, akses transportasi dari dan ke Wuhan untuk sementara ditutup namun otoritas setempat memastikan distribusi makanan ke Wuhan tidak terganggu.

"Dikabari kalau seluruh mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus. Bahkan, hampir seluruh kampus melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair, dan termometer gratis kepada mahasiswa," kata Khofifah.

Guna memantau kondisi mahasiswa Jawa Timur yang sedang berada di Wuhan, Gubernur terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Konsulat Jenderal China di Surabaya, dan Rektor Universitas Negeri Surabaya, yang sejumlah mahasiswanya menempuh pendidikan di Wuhan.

"Pemprov Jatim akan melakukan yang terbaik, karena mereka adalah anak-anak Jatim dan ini menjadi perhatian kita. Termasuk di antaranya mengupayakan opsi pemulangan jika itu merupakan langkah terbaik," kata Gubernur.

Baca juga:
21 mahasiswa Surabaya di Wuhan tak terinfeksi virus corona
KBRI Beijing pastikan perlindungan 93 WNI di Wuhan


Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar