Menteri ESDM kejar ketertinggalan konsumsi listrik Indonesia di ASEAN

Menteri ESDM kejar ketertinggalan konsumsi listrik Indonesia di ASEAN

Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan jaringan yang menyuplai tenaga listrik ke bandar udara Mutiara Sis Aljufri di Desa Pombewe, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (22/11/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan akan mengejar ketertinggalan Indonesia untuk konsumsi listrik per kapita dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara (ASEAN).

"Kita agak tertinggal dibandingkan negara ASEAN untuk konsumsi per kapita," kata Arifin Tasrif saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR di Jakarta, Senin.

Ia menargetkan pada 2024 konsumsi listrik per kapita Indonesia akan menjadi 1.408 kilowatt hour (kwh).

Hingga saat ini konsumsi listrik nasional pada 2019 masih sebesar 1.084 kwh per kapita. Sedangkan target di tahun yang sama adalah 1.200 kwh per kapita. Kemudian target konsumsi listrik pada 2020 sebesar 1.142 kwh per kapita.

Baca juga: Proyek pembangkit listrik 35.000 MW langkah positif bangun negara

Hingga September 2019, Rasio Elektrifikasi (RE) di Indonesia mencapai 98,86 persen, naik sekitar 0,56 persen dari Desember 2018 sebesar 98,3 persen.

Selain konsumsi per kapita, Arifin Tasrif juga sebelumnya sempat menyoroti ketersediaan energi dalam jumlah yang memadai dan harga yang bersaing untuk mendukung pertumbuhan industri daerah.

Serapan listrik untuk sektor industri hingga kuartal III-2019 berdasarkan data Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai 56,9 Tera Watt Hour (TWh). Industri menjadi segmen kedua yang paling banyak menyerap listrik PLN setelah rumah tangga.
Baca juga: Menteri ESDM minta hasil penelitian skala laboratorium dikomersialkan

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Alex Noerdin pastikan kenaikan harga gas LPG melon tidak akan terjadi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar