Satu keluarga tewas dalam kebakaran di Sekadau

Satu keluarga tewas dalam kebakaran di Sekadau

Ilustrasi kebakaran. ANTARA

Pontianak (ANTARA) - Tiga orang yang berinisal YU dan BG --keduanya suami istri-- dan EL, anak bungsu mereka yang duduk di bangku kelas 4 SD, tewas di dalam kamar rumah miliknya di Dusun Sungai Biawak, Desa Menawai, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Senin malam (27/1).

"Hasil olah lokasi kejadian, kita menemukan pelita sebagai sumber penerangan, dan dugaan sementara pelita yang menyala berada dekat jeriken yang berisi solar, dan di dekat jeriken ada kain," kata Kepala Polsek Belitang Hilir, Inspektur Polisi Satu I Nengah Muliawan, saat dikonfirmasi di Kabupaten Sekadau, Selasa pagi.

Baca juga: 162 jiwa terdampak kebakaran Kebayoran Lama Utara

Kejadian itu, menurut warga, terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat tampak asap dari bumbung rumah. Sontak hal itu membuat warga berdatangan untuk menjinakkan si jago merah dan tak lama kemudian berhasil dipadamkan.

Namun pemandangan miris pun terlihat di dalam kamar tersebut, saat terlihat sepasang suami istri dan seorang anak tewas.

Baca juga: Kebakaran di Kebayoran Lama tewaskan satu orang

"Pintu kamar dari papan beralaskan triplek itu tersambar api, karena pintu tidak tertutup rapat sehingga api menjalar ke dalam kamar menyambar pakaian dan buku yang berada dekat pintu," ujar Muliawan.

Petugas Polsek Belitang Hilir mendapati kabar sekitar pukul 23.00 WIB lantaran warga di lokasi kejadian sulit sinyal untuk menghubungi petugas. Mendapat informasi tersebut membuat seluruh petugas polisi bergegas menuju TKP.

Baca juga: Kebakaran landa pemukiman padat penduduk di Kebayoran Lama

Namun cuaca yang tidak bersahabat membuat mereka harus menunggu hujan reda. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih dua jam, dan ketika tiba di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi dan garis tersebut tidak dilepas sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Pantauan di lapangan terlihat kondisi jenasah sang bapak terpisah sedikit dari ibu dan di belakang si ibu ada anak bungsu. "Jendela kamar dari papan dibuat permanen sehingga tidak ada celah untuk keluar. Langkah selanjutnya setelah menyerahkan jenasah ke pihak keluarga, selanjutnya kita juga akan mengumpulkan keterangan dari saksi," kata dia. 

Pewarta: Gansi/Teguh
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Karhutla meluas, tim gabungan di Aceh terus berjibaku padamkan api

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar