Delapan pasien RSUP Sanglah Denpasar negatif virus corona

Delapan pasien RSUP Sanglah Denpasar negatif virus corona

Sejumlah penumpang berjalan di area pemindaian suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/1/2020). Pemprov Bali bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dan otoritas bandara melakukan deteksi dini wisatawan menggunakan alat pemindai suhu tubuh serta meminta wisatawan bersedia melalui pemeriksaan kesehatan di bandara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (novel Coronavirus/nCov). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Denpasar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar telah merawat delapan pasien, tiga diantaranya berasal dari China, tiga lainnya dari Indonesia, satu dari Meksiko dan satu lagi berasal dari Amerika Serikat.

"Perkembangan situasi saat ini bahwa di RS Sanglah, belum ada pasien yang terjangkit virus corona. Sampai saat ini pasien yang kita rawat dengan observasi panas, semuanya negatif virus corona dan hanya flu biasa," kata Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan dari delapan pasien tersebut, ada dua yang masih dirawat, satu warga negara China (30) dan satu lagi seorang warga negara Indonesia (31). Lima pasien lainnya sudah pulang beberapa hari lalu karena memang negatif terjangkit virus corona.

Adapun keluhan dari dua pasien tersebut selama ini yaitu panas, flu dan untuk pasien asal China, menurutnya mungkin karena sempat berpergian jauh sehingga kondisinya menurun.

Baca juga: Virus Corona dan dampaknya bagi pariwisata Bali

Baca juga: Kadiskes Bali ajak kenali kriteria umum "suspect virus corona"

Baca juga: Pramugari di RS Tabanan bukan "suspect" virus corona, sebut Dinkes


"Memang sekarang pun banyak yang terkena flu, terus cape sehingga staminanya drop. Untuk kedua pasien itu sudah mulai membaik dan sebentar lagi sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Dari delapan pasien yang sempat dirawat di RSUP Sanglah sebelumnya itu dalam pengawasan karena memiliki riwayat berpergian ke China sehingga dirawat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

"Untuk pasien yang warga negara Indonesia, dia pernah ke China sehingga kita awasi, dan memang sampai saat ini belum ada yang positif dan masih negatif semua," ucapnya.

Dua pasien lainnya hanya flu biasa dan pada tahap ini tidak membutuhkan pemeriksaan laboratorium karena memang tidak ada indikasi. Pasien itu dirawat di RSUP Sanglah karena staminanya yang menurun.

Terkait dengan kesiapan, dia menjelaskan bahwa persiapan tidak hanya meliputi sarana prasarana, namun juga fasilitas di gedung yang khusus, SDM dengan tenaga medis yang lengkap.

Untuk tenaga medis, bukan hanya dokter spesialis, tetapi juga tenaga perawat terlatih semua dan tenaga pendukung lainnya.

"Saya kira masyarakat di Bali, tidak perlu khawatir ataupun cemas karena sampai saat ini untuk di RSUP Sanglah tidak ada yang terverifikasi dan tidak ditemukan pasien terjangkit virus corona," katanya.*

Baca juga: "Bali Kintamani Festival" diundur terkait wabah virus corona

Baca juga: Sekda: Virus corona tak terdeteksi masuk Bali

Baca juga: Lion Air: Penerbangan Denpasar-Wuhan-Denpasar sudah sesuai prosedur

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkes sebut RSUP Sanglah Bali bisa terapkan metode 'cuci otak'

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar