Presiden Jokowi beri hadiah pribadi kepada peneliti dari ITB

Presiden Jokowi beri hadiah pribadi kepada peneliti dari ITB

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama dengan ahli katalis Prof.Dr.Ir. Subagjo (kiri) saat berada di acara peresmian Rakornas Ristek 2020, di Puspitek Tangerang Selatan, Banten Kamis (30/01/2020)

Yang jelas hadiah tadi akan diantar ke ITB ya, itu hadiah uang dari saya pribadi tak banyak isinya, tak sampai jutaan
Tangerang (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Riset dan Teknologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional 2020, Kamis, di Puspitek Tangerang Selatan, Banten.

Dalam acara tersebut Presiden Jokowi mengapresiasi Prof.Dr.Ir. Subagjo, peneliti asal Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ahli mengkonvensi kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati.

Presiden Jokowi juga menerima aspirasi Subagjo agar Indonesia memiliki pabrik Katalis, dengan tujuan inovasi karya anak Bangsa di bidang energi tersebut dapat terjaga kerahasiaannya.

Presiden juga mengaku senang bisa bertemu dengan seorang peneliti ITB dan mengajaknya naik ke panggung, kemudian bertanya beberapa hal mengenai Inovasinya tersebut.

"Saya belum pernah bertemu langsung dengan Prof Subagyo tapi saya bertemu di Youtube. Semalam saya tanya apakah Prof Subagjo dan tim ITB datang nggak ke acara rakornas ini? dan katanya datang. Silakan berdiri," ujar Presiden Jokowi di acara rakornas tersebut.

Presiden kemudian bertanya kepada Subagjo penemuannya. Jokowi terkagum akan inovasi Subagjo yang berinisiatif memanfaatkan limbah sawit sehingga dapat dicampurkan ke dalam minyak bumi.

Presiden Jokowi pun menanggapi aspirasi Subagjo dengan  rencana membangun pabrik katalis, serta mendorong PT Pertamina (Persero) meningkatkan kerja sama dengan ITB.

Bahkan Presiden Jokowi memberi hadiah secara pribadi kepada Prof Subagjo sebagai bentuk apresiasi terhadap karyanya dalam di bidang Energi baru Terbarukan.

"Yang jelas hadiah tadi akan diantar ke ITB ya, itu hadiah uang dari saya pribadi tak banyak isinya, tak sampai jutaan,"  kata Presiden Jokowi.
 

 

Pewarta: Nabila Anisya Charisty
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Video jaga jarak unggahan Presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar